Bisnis Pertanian, Bawa Kesuksesan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – SIAPA sangka, jika Hermansyah Bakri pernah mengalami hidup sulit, tak ada uang untuk membeli susu anak, apalagi untuk makan. Pernah pada posisi lebih baik dirinya tidak makan, asal anak-anaknya bisa makan. Bahkan, rutin mengontrak dari rumah ke rumah tipe 21.

Namun demikian, Sarjana Ilmu Hukum Universitas Azahra Jakarta, tak patah arang. Perlahan tapi pasti, upayanya membuahkan hasil. Sejak tahun 2004,  ia mulai bisnis di bidang pertanian kecil-kecilan dengan pola sewa lahan di daerah Pengalengan Jawa Barat.

“Saya awalnya ditawari teman yang punya lahan. Saya diminta memberikan bibitnya. Padahal waktu itu, beli bibit juga susah, karen minim uang. Akhirnya saya menggadaikan BPKB motor dan utang sana-sini, hanya untuk membeli bibit kentang dan wortel,” kenangnya.

Begitu 6 bulan masa panen, ia merasakan keuntungan Rp 100 jutaan, dari 4 hektare lahan yang ditanami bersama rekannya. Dari bisnis itu, penerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018, kategori Advokat Peduli Masyarakat Kecil, perlahan-lahan kehidupannya mulai membaik. Meski awalnya berkongsi bersama rekan, sejak tahun 2011 sudah bisa mandiri dengan lahan sendiri.

Pada tahun 2012 lalu, Dio juga mulai mengembangkan bisnis baru, berupa bisnis penginapan di daerah Bali dengan luas lahan sekitar 3 ribu meter persegi. Modalnya sendiri diambil dari keuntungan pertanian.

“Itu sambil nyambi jadi wartawan. Memiliki koran sendiri bernama Wartaseta,  yang didirikan untuk mengawal kasus korupsi di Semarang. Baru kemudian,  dipercaya memimpin Harian Rakyat Jateng sampai 2014. Namun akhirnya banting setir memutuskan menjadi advokat,” kenang pria hobi memancing ini.

Dio terbilang sayang keluarga. Sesibuk apapun aktivitasnya, ia selalu meluangkan waktu 1 atau 2 jam mengajak anak-anaknya keluar makan bersama. “Jadi mendahulukan yang penting. Ketika ada waktu luang 1 atau 2 jam, bisa ajak anak-anak keluar, minimal makan bersama. Selain itu, berkomunikasi aktif dengan keluarga, menanyakan pelajaran-pelajaran anak di sekolah,” sebutnya. (joko.susanto/ida.nor.layla)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -