Bekerja Jujur, Tanpa Pandang Golongan

422
PERHATIAN : Hermansyah Bakri bersama dua anaknya Deasyah Putri Andani dan Alfarosyah Putra. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERHATIAN : Hermansyah Bakri bersama dua anaknya Deasyah Putri Andani dan Alfarosyah Putra. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – SEBAGAI pengacara, keberpihakan Dio pada wong cilik, sangat kuat. Dalam beberapa kasus yang membelit masyarakat bawah, Dio intensif melakukan pendampingan. “Membela masyarakat kecil yang menjadi korban kebijakan pemerintah yang tidak pas, sudah menjadi amanah yang musti saya lakukan,” katanya.

Dio yang tercatat sebagai salah satu Dewan Pengawas pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Semarang selama dua periode, tahun 2014 hingga sekarang, mengklaim pernah berhasil membebaskan utang PDAM Semarang hingga Rp 429 miliar. Konsep yang digunakan adalah pemutihan pajak, yang akhirnya disetujui Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

“Tapi semua itu kerja tim. Awalnya banyak anggota DPRD Semarang tak percaya ide-ide kami. Bahkan saat itu, saya sampai berembuk dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, agar bersedia memperhatikan mengenai pemutihan dan masalah bunga di PDAM Semarang,” akunya.

Sedangkan, sejumlah kasus yang cukup mencuat ke publik, dimana dirinya dipercaya menjadi tim penasehat hukum, di antaranya permasalahan warga Kebonharjo, Semarang Utara. Kasusnya saat ini masih proses perjuangan ganti untung bagi warga. Kasus lain, dugaan korupsi yang dialami Kadus Truman, Moc Heru Prasetyo, yang hanya menerima Rp 6,2 juta sebagai honor dan sudah dikembalikan kepada negara, tapi sang kadus tetap didudukkan sebagai terdakwa. “Saya bersedia mendampingi mereka, karena panggilan hati dan kewajiban sebagai manusia. Bagi saya cukup, dengan prinsip bekerjalah dengan jujur dan layani masyarakat yang kurang pemahaman hukum, tanpa memandang suku, ras dan agama, karena semua sama di hadapan hukum,” tandasnya. (joko.susanto/ida.nor.layla)