Wali Kota Hendi Pastikan Jalur Semarang Nyaman Untuk Pemudik

247
KOORDINASI : Wali kota memantau posko Lebaran di Simpanglima. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOORDINASI : Wali kota memantau posko Lebaran di Simpanglima. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama jajaran pemerintah kota dan Polrestabes Semarang melakukan pantauan Lebaran pertama di sejumlah titik, Selasa (12/6) malam. Pantauan dilakukan di empat posko yakni di Posko Pamularsih (Muhamadiyah), Posko terpadu Polrestabes ujung Tol Krapyak, Posko ujung Jalan Madukoro (NU) dan Posko Simpanglima.

Hasil pantauan ini dikatakan Hendi, sapaan akrabnya, semuanya berjalan lancar dalam kendali. Dalam rapat terakhir bersama Muspida, telah disepakati akan diberlakukan sistem contraflow jika memang terjadi kepadatan lalu lintas.  Namun demikian, hingga pantauan dilakukan, arus lalu lintas masih dianggap lancar sehingga alternatif ini belum dijalankan.

“Seperti yang bisa dilihat, belum ada sistem contraflow. Insyaallah ini mudik yang nyaman untuk semuanya,” ujarnya. Dalam pantauan, Hendi didampingi Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu, Sekda Kota Semarang Agus Riyanto, Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico S Silalahi, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi, Kepala DPU Iswar Aminuddin, Kepala Dishub M Khadik dan sejumlah pejabat lainnya.

Hendi memperkirakan, kelancaran arus lalu lintas mudik 2018 dikarenakan libur yang panjang. Selain itu, juga karena telah dioperasikannya tol fungsional untuk para pemudik serta pengamanan yang sudah ditata sedemikian rupa. “Sehingga semuanya berjalan dengan baik,” tandasnya.

Dalam pantauannya, di posko Pamularsih, Hendi mendapat laporan bahwa banyak pemudik yang memanfaatkan posko untuk mampir rehat. Sejumlah pemudik yang mampir, menurut catatan, dikarenakan kecapekan. “Ada satu dua yang sempat jatuh. Tapi di situ ada pengobatan di posko. Insyaallah semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Hendi juga mengimbau para pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk lebih berhati-hati. Ia menyarankan untuk beristirahat jika memang merasa ngantuk dan lelah.

Para pemudik yang menggunakan sepeda motor, tuturnya, menjadi pekerjaan rumah yang harus dipikirkan pemerintah. Sejauh ini pemerintah memang sudah menyediakan angkutan umum, baik berupa kapal maupun bus bagi para pemudik. Hanya saja, jumlahnya memang masih belum mencukupi. Hal ini pula yang membuat para pemudik memilih menggunakan sepeda motor yang dinilainya kurang pas untuk perjalanan jauh. “Mereka bicara kepraktisan, berangkat dari rumah naik motor. Tapi motor kalau dipakai jarak jauh ini sangat riskan. Ini menjadi PR bersama,” tandasnya.

Posko-posko di Semarang sangat dirasakan manfaatnya oleh para pemudik. Tito, seorang pekerja kapal di Papua merasa terbantu dengan adanya posko mudik. Dirinya memanfaatkan posko Dinas Kesehatan untuk beristirahat karena kecapekan dan mengalami sakit gigi. “Ini mau ke Pati. Di sini istirahat sebentar,” ujar Tito yang sempat dikunjungi Hendi.

Di lain pihak, Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Sugiharto Silalahi mengatakan, hingga malam kemarin arus lalu lintas di tol fungsional maupun saat keluar tol fungsional berjalan lancar. Nantinya, untuk arus balik akan dilakukan rekayasa demi menjaga kelancaran arus lalu lintas. “Karena memang berbeda pola antara arus mudik dan balik,” jelas Enrico.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi menambahkan, untuk mencegah kepadatan arus lalu lintas akibat crossing, pihaknya juga telah melakukan penutupan median jalan secara permanen pada titik-titik yang dinilai rawan terjadi penumpukan kendaraan. (sga/zal)