Timnas Rusia Santai Jelang Laga Pembuka

110

JawaPos.com – Mario Figueira Fernandes menjadi daya tarik utama dalam sesi latihan Timnas Rusia di Novogorsk Senin lalu (11/6). Kenapa nama (dan wajahnya) latin sekali ya? Benar, dia memang bukan asli Rusia. Fernandes lahir di Sao Caetano, Brasil. Pemain belakang CSKA Moskow itu resmi menjadi warga negara Rusia pada 2016.

Fernandes menyadari keberadaannya di timnas Rusia menuai sorotan. Sebagai pemain naturalisasi, dia akan membuktikan kemampuan. “Saya selalu mendengarkan masukan dari pelatih. Saya siap memberikan yang terbaik,” janji pemain 27 tahun itu.

Meski telah lebih dari lima tahun merasakan atmosfer sepak bola Rusia, Fernandes masih mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Menurutnya, tidak mudah menguasai bahasa Rusia. Meski begitu, dia senang karena mendapatkan dukungan dari para pemain lainnya. Selain itu, salah seorang tim pelatih dari Brasil membantunya sebagai penerjemah.

Timnas Rusia, Piala Dunia 2018, Laga Pembuka, Laporang Langsung dari Rusia
Mario Fernandes (tengah) menjalani latihan bersama rekan-rekannya (AFP)

“Saya terus belajar bahasa Rusia. Saya yakin bisa beradaptasi dengan tim ini,” kata Fernandes menjawab pertanyaan wartawan setelah latihan.

Mantan pemain klub Brasil Gremio itu harus mendengarkan penerjemah terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh wartawan Rusia. Sebaliknya, ketika ada pertanyaan dari jurnalis Spanyol dan Brasil, Fernandes bisa sigap menjawab.

Fernandes mengaku belum hapal lagu kebangsaan Rusia. Dia juga belum banyak menguasai kosakata Rusia. Apa kata yang paling dia hafal? “Apa ya, paling hanya spasiba (terima kasih, Red),” katanya, lantas tertawa.

Latihan Timnas Rusia dijadwalkan pukul 11.30 dan berlangsung selama sejam. Pelatih Stanislav Cherchesov tampak datang duluan di lapangan. Sambil menunggu para anak asuhnya, Cherchesov bercanda dengan beberapa kitman. Dia juga menyapa jurnalis yang meliput. Ada sekitar 30 wartawan dari televisi, kantor berita, media cetak, dan radio. Jawa Pos salah satunya.

Sejurus kemudian, satu persatu pemain datang. Suasananya relaks. Para pemain bercengkerama satu sama lain. Setelah semua berkumpul, mereka menuju ke tengah lapangan. Mendengarkan briefing dari Cherchesov. Lucunya, ketika para pemain serius mengikuti pengarahan, tiba-tiba mereka semburat terkena semprotan air dari mesin penyiram lapangan.

Selesai briefing, para pemain dibagi menjadi tiga kelompok. Mereka bermain ‘kucing-kucingan’. Dua pemain yang kalah harus berjuang mendapatkan bola dari penguasaan rekannya. Seru. Tidak tampak ekpresi tegang di wajah para penggawa timnas Rusia. Padahal, sebagai tuan rumah, mereka dibebani harapan yang luar biasa dari publik Rusia untuk meraih hasil maksimal di Piala Dunia 2018.

Sesi ‘kucing-kucingan’ itu berlangsung sekitar 15 menit. Setelah ambil napas sebentar, para pemain melanjutkan sesi latihan fisik. Yakni, berlari sprint sejauh 15 meter, divariasi dengan bermanuver di sejumlah titik yang ditentukan.

Lima menit berselang, media officer timnas Rusia mengatakan bahwa sesi latihan terbuka berakhir. Sesi latihan berikutnya tertutup untuk media. Timnas Rusia tidak ingin latihan taktik yang mereka jalani manjadi santapan media. Pertanyaannya, mampukah Igor Akinfeev dkk mengalahkan Arab Saudi pada laga pembuka malam ini?

(*/na)

Silakan beri komentar.