Temukan Handphone di Sel Lapas Kedungpane

278
RAZIA: Sejumlah petugas Lapas Kedungpane Semarang dipimpin Dadi Mulyadi saat memeriksa blok kasus narkoba dan pidana umum. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA: Sejumlah petugas Lapas Kedungpane Semarang dipimpin Dadi Mulyadi saat memeriksa blok kasus narkoba dan pidana umum. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Kedungpane Semarang melakukan penggeledahan seluruh sel yang dihuni warga binaan pemasyarakatan (WBP). Razia kali ini berhasil menemukan sejumlah handphone dan peralatan elektronik.

Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Dadi Mulyadi, mengatakan, sasaran dari pemeriksaan itu mengarah pada benda maupun barang yang dianggap membahayakan, baik senjata tajam (sajam), uang, minuman keras maupun narkoba.

Dikatakan, jika ditemukan, akan ditindaklanjuti asal muasal dari barang-barang tersebut. Terkait barang-barang yang diamankan, Dadi memastikan, akan menindaklanjutinya lebih lanjut.

“Dalam pemeriksaan itu, ada 2 padepokan blok hunian yang diperiksa, yakni Padepokan Gatotkaca dan Hanoman, yang merupakan blok kasus narkoba dan pidana umum,”katanya.

Napi kasus narkoba, Tomy, tak masalah dilakukan penggeledahan rutin tersebut. Kegiatan tesrebut, sepengetahuannya memang agenda wajib bulanan. Ia sendiri sudah merasa biasa.

“Kami siap untuk digeledah. Saya tidak menolak, karena saat menggeledah petugasnya juga terlihat santun dan sesuai dengan prosedur,”ujarnya.

Sementara itu, dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1349 Hijriyah besok, ada seorang napi teroris (napiter) di Lapas Semarang yang diajukan untuk mendapat remisi. Hal itu disampaikan Kasi Binkemas Lapas Semarang, Ari Tris Ochtia Sari melalui stafnya, Fajar Sodiq. Ia menyampaikan, napiter yang akan mendapat remisi bernama Barkah Nawasaputra, yang merupakan napiter pindahan dari Lapas Cibinong dua tahun lalu. “Sekarang yang bersangkutan masih proses usulan pembebasan bersyarat. Tinggal nunggu surat keputusannya dari Menteri Hukum dan HAM,”ujarnya.

Fajar Sodiq menambahkan, ada empat napiter lainnya dinyatakan tidak mendapat remisi. Mereka adalah, Arif Arih Basuki, Tony Anggara, Rohadi serta seorang napiter pindahan dari Lapas Pekalongan bernama Rudiyanto. Menurutnya, para napiter tersebut menolak segala bentuk upaya deradikalisasi, bahkan menolak tawaran menjadi Justice Collaboratore untuk memerangi tindak pidana terorisme.

“Kondisi ini sangat kami sayangkan, sebab mereka memang sikapnya radikal. Sikapnya juga menentang konsep NKRI. Maka, ketika lebaran tahun ini mereka dihukum tidak mendapat remisi,” ungkapnya.

Pada idul fitri besok, tercatat 472 WBP diajukan untuk mendapatkan remisi ke Kanwil Kemenkum dan HAM Jateng. (jks/aro)

Silakan beri komentar.