Pemkab Dukung AirNav Gelar Festival Balon Udara

563
FESTIVAL BALON UDARA: Masyarakat Wonosobo menerbangkan balon udara dengan cara ditambatkan pada Festival Balon Udara Tradisional beberapa waktu lalu. (DOK RADAR SEMARANG)
FESTIVAL BALON UDARA: Masyarakat Wonosobo menerbangkan balon udara dengan cara ditambatkan pada Festival Balon Udara Tradisional beberapa waktu lalu. (DOK RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo mendukung kegiatan Java Balloon Festival Wonosobo 2018 yang diselenggarakan oleh AirNav Indonesia pada 19 Juni 2018 di lapangan Geo Dipa Energi, Selomerto. Kegiatan tersebut sekaligus ajang mengedukasi masyarakat agar tidak sembarangan menerbangkan  balon udara. Sebab, menerbangkan balon udara harus sesuai regulasi pemerintah. Yakni: tidak boleh dilepaskan ke udara, melainkan wajib ditambatkan.

“Menerbangkan balon ke udara sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Wonosobo. Tapi, tradisi itu juga sebaiknya tidak membahayakan keselamatan penerbangan dan lingkungan. Untuk itu, tradisi menerbangkan balon udara harus sesuai regulasi yang diatur oleh pemerintah, yakni wajib ditambatkan,” kata Staf Ahli Pemkab Wonosobo, Musyafak, pada sosialisasi kegiatan Java Balloon Festival 2018, beberapa waktu lalu. Musyafak mengaku, Pemkab sudah berulangkali mensosialisasikan cara menerbangkan balon yang sesuai dengan aturan dan regulasi pemerintah.

Menindaklanjuti peringatan yang dilakukan oleh Air Nav Indonesia tentang ketentuan menerbangkan  balon udara, Pemkab secara resmi sudah melayangkan suratkepada setiap OPD hingga tingkat  desa. Pelaksana Sekda Wonosobo, Zuhri,  menyampaikan, masyarakat tetap bisa menerbangkan balon, namun dengan berbagai ketentuan. Di antaranya, balon harus ditambatkan, balon udara tidak boleh diterbangkan dalam radius 15 Km sekitar bandara, ketinggian balon maksimal 150 meter, tali tambatan harus kuat, minimal tiga  sehingga tidak terlepas, tinggi balon maksimal 7 meter, dan balon harus diterbangkan siang hari.

Kepala Bagian Pemerintahan Wonosobo Tono Prihatono menambahkan, bersama AirNav Indonesia, pihaknya sudah sosialiasi. Hasilnya, muncul  kesepakatan dengan komunitas balon di Kecamatan Kertek dan Kalikajar. “Dua kecamatan ini yang tercatat cukup banyak pembuat balon.” Dalam sosialisasi tersebut, kata dia, hampir semua pelaku pembuat dan penerbang balon memahami.  “Tahun lalu sudah kita uji coba menerbangkan balon menggunakan tali supaya aman,”katanya.

Selain sosialisasi, Pemkab bekerja sama dengan AirNav Indonesia, Polres, Kodim, Kementerian Perhubungan, dan Komunitas Balon Indonesia pada 19 Juni mendatang bakal menggelar Java Baloon Festival.  “Even ini total dibiaya oleh AirNav, kami (Pemkab) lebih pada perizinan dan sosialisasi.” Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras menyebutkan, terkait imbauan AirNav, pihaknya bertindak pencegahan dan penindakan. Di antaranya, mengerahkan tiap Polsek agar melakukan operasi ke desa-desa yang berpotensi membuat balon dan menerbangkannya secara liar. (adv/ali/isk)

Silakan beri komentar.