Kuota 10 Persen dari Luar Zonasi

172

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) hanya boleh menerima calon siswa baru dengan kuota maksimal 10 persen dari luar zona yang ditentukan. Luar zona merupakan zonasi di luar tempat atau wilayah SMAN tersebut berada.

Kasubag TU Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV Jawa Tengah, Prihestu Hartomo mengatakan bahwa ketentuan kuota pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tersebut diatur dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor : 421/05703 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru Pada SMA Negeri Dan SMK Negeri Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2018-2019.

Prihestu menjelaskan, dalam juknis tersebut disebutkan bahwa pada PPDB SMA negeri mengatur tentang zonasi yang terdiri dari zona satu, zona dua dan luar zona.

Zona satu, menurut Prihestu adalah wilayah kecamatan di tempat/lokasi satuan pendidikan berada dan/atau kecamatan lain yang berbatasan langsung dengan satuan pendidikan yang bersangkutan. Baik di dalam maupun di luar kabupaten/kota/provinsi yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan.

Sedangkan untuk zona dua, menurut Prihestu, adalah wilayah di luar zona satu dan berada dalam satu kabupaten/kota dengan satuan pendidikan yang bersangkutan. Sedang untuk luar zona, wilayah di luar ketentuan zona satu dan zona dua di dalam satu wilayah provinsi dan/atau luar Provinsi Jawa Tengah.

“Untuk ketentuan kuota, zona satu kuotanya adalah paling sedikit 50 persen dari daya tampung satuan pendidikan. Zona dua kuotanya 40 persen dan luar zona maksimal 10 persen. Namun demikian, ketentuan kuota ini tidak berlaku untuk SMK negeri,” tuturnya.

Prihestu menyebutkan, pendaftaran PPDB SMA dan SMK akan diselenggarakan serentak pada 1 Juli hingga 6 Juli melalui pendaftaran online mandiri. Sedangkan untuk pendaftaran online melalui satuan pendidikan, menurut Prihestu, akan dilaksanakan mulai 2-6 Juli dengan ketentuan pencabutan berkas untuk pendaftaran hari terakhir tanggal 6 Juli pukul 15.00.

Disebutkan, calon peserta didik SMA dapat mendaftarkan diri pada empat pemilihan peminatan pada satu satuan pendidikan atau lebih. “Pada jenjang SMK, calon peserta didik dapat mendaftarkan diri pada empat pilihan kompetensi keahlian dalam satu bidang keahlian yang sesuai pada satu satuan pendidikan atau lebih,” jelasnya.

Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-eks Karesidenan Kedu, Sucahyo Wibowo, menyebutkan, sebanyak 55 SMA negeri siap menyongsong PPDB tahun pelajaran 2018/2019. Pihaknya berharap dalam ketentuan baru nantinya tidak ada lagi adanya sekolah negeri yang kekurangan murid.

Dengan adanya pembagian zonasi tersebut maka SMAN akan lebih mempunyai pilihan dalam menerima bahkan menyeleksi calon siswa baru. Terlebih, PPDB tahun ini para calon siswa baru dapat memilih 4 pilihan. (had/lis)

Silakan beri komentar.