Puncak Mudik Sudah Berlalu

Puncak Arus Balik Diprediksi 19-20 Juni

178
SIDAK STASIUN: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan balon dan bola kepada salah satu anak pemudik di Stasiun Tawang kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK STASIUN: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan balon dan bola kepada salah satu anak pemudik di Stasiun Tawang kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara capek, hal ini tentunya membuat kepala daerah agar menyiapkan rest area yang cukup.”

Budi Karya Sumadi 
Menteri Perhubungan 
MEWAH: KA Sleeper dengan fasilitas VVIP yang diluncurkan saat musim mudik lebaran tahun ini. (Puncak Mudik Sudah Berlalu)
MEWAH: KA Sleeper dengan fasilitas VVIP yang diluncurkan saat musim mudik lebaran tahun ini. (Puncak Mudik Sudah Berlalu)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan arus mudik Lebaran 2018 ini berjalan lancar dan aman. Hal tersebut dikatakan usai melakukan pantauan di beberapa titik mudik, termasuk Stasiun Tawang Semarang.

“Tadi saya memantau dari atas, tidak ada kemacetan, arus kendaraan juga berjalan lancar, kalaupun ada tidak panjang,” kata Budi di Stasiun Tawang kemarin (12/6).

Selain itu, prediksi puncak arus mudik yang terjadi pada Selasa (12/6) kemarin pun tidak terjadi. Menurut dia, puncak arus mudik sudah berlalu tepatnya pada H-7. Sedangkan, prediksi  puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 19-20 Juni mendatang. “Saat ini yang mudik memang masih ada, tapi bukan puncaknya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga sempat menemui dan berbincang dengan pemudik. Ia membagikan balon dan bola jika menemui anak-anak yang ikut mudik bersama orangtuanya. Budi juga sempat mampir di sarana kesehatan Stasiun Tawang untuk memantau kesiapan petugas.

Meski berjalan lancar dan aman, Budi menjelaskan jika ia masih kerap melihat pemudik yang menggunakan motor masih sangat banyak. Ia meminta kepada setiap kepala daerah di jalur mudik untuk terus melakukan pemantauan pemudik motor.

“Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara capek, hal ini tentunya membuat kepala daerah agar menyiapkan rest area yang cukup, “ ucapnya.

Ia menegaskan, pihak Kemenhub pada  tahun depan akan memperbanyak program mudik gratis dengan bus maupun kapal laut. Tujuannya, agar pemudik yang menggunakan motor bisa ditekan. Sehingga angka kecelakaan bisa berkurang.

Pada saat yang sama, ia menyoroti Bandara Baru Ahmad Yani Semarang yang sudah berjalan dengan baik untuk musim mudik tahun ini. Beberapa masalah memang muncul, misalnya tentang taksi bandara yang diduga ada monopoli dan masalah lainnya.

“Saya sudah kumpulkan GM dan Direksi Angkasa Pura, masalah ini akan terselesaikan dalam waktu dekat, karena baru saja dihuni jadi detail-detailnya harus diselesaikan,” paparnya

Ia juga mengapresiasi langkah PT KAI yang meluncurkan KA Sleeper dengan fasilitas VVIP. Peluncuran KA tersebut merupakam salah satu bentuk komitmen Kemenhub untuk memberikan layanan bagi semua lapisan masyarakat. “KA memang sangat digemari, respon pemudik menggunakan KA juga sangat baik,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, peningkatan jumlah penumpang tak hanya didominasi oleh pemudik lokal saja. Ada peningkatan pemudik dari luar negeri alias TKI dari Malaysia dan Singapura.

Para TKI menggunakan dua maskapai yang melayani rute Semarang – Kuala Lumpur (Air Asia) berkapasitas 180 penumpang dan Semarang – Singapura (Silk Air) berkapasitas 145 penumpang. “Arus mudik TKI sudah terjadi sejak H-7 lalu, ada peningkatan kedatangan WNI, terutama dari Malaysia dan Singapura, meningkat 20-30 persen setiap harinya,” kata Olie Rahman, Kasubsi Lintas Batas Kantor Imigrasi Kelas I Semarang.

Ia menerangkan, kedatangan pesawat Air Asia sejak H-7 hingga H-4 lebaran, rata-rata mengangkut 170 – 175 WNI dan sisanya WNA per hari. Padahal di luar lebaran, WNA yang turun di Bandara Ahmad Yani rata-rata hanya mencapai 20-30 orang per hari. “Dari H-7 sampai H-4 ini ada 1.267 WNI dan 97 WNA. Terpaut sedikit dibanding kurun waktu yang sama di lebaran tahun lalu, yakni sebanyak 1.446 WNI dan 94 WNA,” bebernya.

Terpisah, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto, menambahkan, jika sampai pukul 16.00 petang kemarin, tercatat ada 17.827 penumpang yang naik dari enam stasiun yang ada di Daop 4 Semarang. “Untuk di Stasiun Poncol penumpang naik mencapai 6.431 orang, sementara di Stasiun Tawang berjumlah 4.602 orang,” katanya.

Khusus untuk penumpang turun, lanjut dia totalnya mencapai 24.802 penumpang. Rinciannya, di Stasiun Semarang Poncol  5.787 penumpang, Stasiun Semarang Tawang 6.498 penumpang, dan Stasiun Tegal  4.708 penumpang. Sisanya terbagi di Stasiun Pekalongan, Cepu dan beberapa stasiun lain.  “Arus mudik di stasiun masih cukup tinggi, diprediksi sampai hari H lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, para pemudik kemarin banyak yang melintas di tengah Kota Semarang. Praktis, arus lalu lintas di sejumlah jalan protokol padat merayap. Salah satunya di Jalan Pandanaran.  Kendaraan yang melintas didominasi pelat luar kota, seperti Jakarta, Bandung, Solo, dan Jogja.  Bahkan, di ujung Jalan Pandanaran atau mendekati Lapangan Simpang Lima, terjadi penumpukan kendaraan. Sedangkan arah sebaliknya atau menuju Tugumuda terlihat lengang.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, menjelaskan berdasarkan data di gerbang Tol Manyaran, arus lalulintas mengalami peningkatan 4 kali lipat atau 400 persen. Namun dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya pemudik dari luar kota. “Sebagian adalah penduduk Kota Semarang sendiri yang jalan-jalan untuk belanja pakaian atau membeli oleh-oleh,” katanya.

Selain di Jalan Pandanaran, Ardi juga telah melakukan antisipasi kemacetan di Jalan Pemuda, utamanya di depan Mal Paragon. Di lokasi ini, pihaknya telah melakukan kanalisasi bagi kendaraan yang akan masuk ke Mal Paragon. “Itu kita kanalisasi, kita tepikan kendaraan mulai depan PLN, sehingga tidak ada lagi di Jalan Piere Tendean langsung putar masuk. Itu tidak bisa sekarang,” ujarnya.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dalam mengantisipasi terjadinya kemacetan di titik tempat pusat perbelanjaan terkait pengaturan parkir.
“Silakan berbelanja, parkirnya jangan sampai berlapis, jangan sampai memenuhi badan jalan, tetap satu-satu sepanjang jalan itu, dengan juru parkirnya kita sudah berkoordinasi seperti itu,” imbuhnya.

Kepala shift PT Jasa Marga Cabang Semarang, Eni Kusrini, menjelaskan, jumlah kendaraan yang masuk Gerbang Tol Manyaran pada Minggu (11/6) tercatat sebanyak 44.095 unit. Sistem pelayanan juga masih membuka 12 titik transaksi. Sehingga arus lalulintas masih aman, tidak mengalami penumpukan panjang.

“Kalau hari Senin (12/6) kemarin, telah dilaporkan untuk lalin masuk ke Gerbang Tol Manyaran pada periode shift 1 tercatat 15.897 kendaraan, dilayani dengan 12 pintu transaksi. Alhamdulillah lancar, aman, terkendali, antrian hanya 3 sampai 5 kendaraan,” katanya. (den/mha/aro)