Polisi Siap Tindak Parkir Liar dan Pungli

277
Ilustrasi: JawaPos.com
Ilustrasi: JawaPos.com

Kalau memang harus membuka lahan parkir baru yang bersifat sementara karena kapasitas parkir milik TKL tidak cukup, sebaiknya nilai tarif sama yang sesuai Perda. Jangan mentang-mentang sedang ramai, kemudian menarik tarif seenaknya. Itu sudah termasuk pungli.

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Polres Magelang Kota berjanji akan menindak pungutan liar di momen libur Lebaran dan sekolah mendatang. Terutama terkait tarif parkir yang dinilai tidak wajar. Pasalnya, banyak obyek wisata yang seringkali menarik parkir lebih dari ketentuan.

“Mendekati Lebaran ini ada istilah mremo, semua memanfaatkan momen ini untuk mendapat keuntungan lebih. Termasuk yang kerap terjadi masalah tarif parkir yang tidak seperti biasanya,” kata Wakapolres Magelang Kota, Kompol Khamami.

Khamami menuturkan, tarif parkir yang tidak wajar bisa terjadi di lingkungan mana saja, termasuk di lokasi objek wisata, seperti di Taman Kyai Langgeng (TKL) Kota Magelang dan tempat keramaian lainnya. Untuk itu, Khamami meminta masyarakat untuk tidak segan melaporkan segala bentuk pungutan liar (pungli) yang ditemui di lingkungan sekitar, khususnya tarif parkir yang dinilai tidak wajar.

“Seperti biasa, objek wisata pasti jadi salah satu tujuan orang-orang yang sedang merayakan Hari Raya Fitri baik itu pemudik maupun penduduk lokal. Seperti TKL ini yang kami perkirakan mulai hari H lebaran akan ramai dikunjungi wisatawan,” ujar Khamami.

Khamami menuturkan, pihak pengelola TKL meminta agar selama masa libur Lebaran dan sekolah, polisi ikut menjaga kawasan tersebut bersama satpam perusahaan. Di samping menempatkan anggota, pihaknya juga mulai aktif melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan penyuluhan. Khamami juga meminta juru parkir untuk tidak menarik tarif parkir di luar ketentuan yang ada, apalagi sampai melebihi batas kewajaran.

“Kalau memang harus membuka lahan parkir baru yang bersifat sementara karena kapasitas parkir milik TKL tidak cukup, sebaiknya nilai tarif sama yang sesuai Perda. Jangan mentang-mentang sedang ramai, kemudian menarik tarif seenaknya. Itu sudah termasuk pungli,” tandas Khamami. (had/ton)