33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Jadi Tempat Istirahat Pemudik dan Spot Foto Selfie

Masjid Baitul Mustagfirin di Tengah Tol Jadi Primadona Pemudik

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Masjid Baitul Mustagfirin yang berada di tengah tol fungsional Batang-Semarang ternyata menjadi favorit para pemudik. Tak hanya itu, dari jembatan tol, masjid yang berada di KM 444, tepatnya di Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9 Kecamatan Ngaliyan ini juga menjadi bidikan kamera para fotografer.

AFIATI TSALITSATI

RADARSEMARANG.COM – PAGI kemarin, kabut tipis tampak menutupi langit jalur tol fungsional Batang-Semarang, tepatnya di kawasan Beringin, Ngaliyan. Arus kendaraan pemudik terlihat memadati jalan tol yang belum sempurna tersebut. Saat sampai di dekat masjid yang berdiri tegak di tengah tol, jalur tol dibelokkan ke kiri. Di situ, para pemudik mulai menurunkan kecepatan kendaraan.

Iring-iringan kendaraan pemudik melintasi masjid di tengah tol ini pun menjadi bidikan warga dengan kamera handphone maupun DLSR. Warga mengambil angle dari atas jembatan yang melintang di atas tol. “Sebelum masjid dibongkar setelah Lebaran, saya abadikan dulu,” kata Erlina, warga yang ditemui di lokasi.

Ya, bangunan warna hijau muda tersebut memang terlihat paling menonjol lantaran menjadi satu-satunya bangunan yang berdiri kokoh di tengah hiruk pikuk pembangunan jalan tol tersebut. Meski tidak dibuka sebagai rest area maupun posko mudik, para pemudik banyak yang mampir untuk sekadar istirahat atau menunaikan salat.

“Arus mudik ini kadang ada satu atau dua pemudik yang mampir untuk salat maupun istirahat. Padahal di sini bukan rest area,” ungkap Ketua Nadzir Masjid Baitul Mustagfirin, Djazuli, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/6).

Sedangkan aktivitas masyarakat di kawasan masjid tengah tol tersebut masih berjalan seperti biasa. Warga kawasan tersebut masih menjalankan ibadah salat lima waktu serta kegiatan di bulan Ramadan lain, seperti pengajian dan lainnya.

Kendati begitu, pihak takmir masjid memang memperbolehkan para pemudik yang hendak beristirahat di masjid tersebut. Bahkan, sambung Djazuli, pada pelaksanaan ibadah salat jumat pekan lalu, banyak sekali jamaah yang sebagian di antaranya merupakan pemudik.

“Kemarin saat salat Jumat itu ramai sekali. Jadi, keberadaan masjid ini tidak mengganggu. Malah pihak Waskita juga menyiapkan parkir sampai pos penjagaan untuk warga yang melintas di tol fungsional menuju masjid,” terangnya.

Menurut Djazuli, selama tol fungsional Batang-Semarang tersebut dibuka, pemudik yang mampir ramai di waktu subuh. Para pemudik yang telah beribadah juga biasanya memanfaatkan waktu istirahatnya untuk berfoto-foto di lantai dua masjid tersebut. “Mereka biasanya ambil spot menarik tol fungsional dari ketinggian. Pemudik banyak yang bilang masjidnya unik karena ada di tengah tol,” tambahnya.

Meski menarik perhatian para pemudik, Masjid Baitul Mustagfirin ini akan segera dibongkar setelah masjid pengganti bisa ditempati. Sementara pembangunan masjid yang baru terletak di tengah kampung Tambakaji saat ini telah mencapai 80 persen.

Sebagai Informasi, masjid ini tergolong berusia cukup tua sebelum terimbas jalan tol. Dibangun pada 1965-an, masjid ini awalnya hanya berupa musala kecil. Kemudian pada 2006 silam, masjid tersebut direhab total hingga memiliki dua lantai. “Jadi sebelum masjid baru jadi, warga tetap beribadah di sini. Di sana (masjid baru) tinggal masang keramik. Alhamdulillah lebih baik dan lokasinya lebih luas. Fasilitasnya juga ada tempat TPQ, kamar mandi yang besar, dan lainnya,” tandasnya. (*/aro)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Kades Diminta Tak Pegang Dana Desa

TEMANGGUNG—Dana Desa yang dikucurkan pemerintah pusat ke desa-desa, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada 2015, pemerintah mengucurkan dana desa sebesar Rp 20,7 triliun,...

Seminar Kanker Serviks dan Ovarium

RADARSEMARANG.COM - SABTU (28/4), Prodia akan mengadakan seminar tentang kanker Serviks dan Kanker Ovarium yang akan berlangsung di Pesona Hotel. Kegiatan dilakukan pukul 08.00...

Peranan Orang Tua Terhadap Prestasi Anak

RADARSEMARANG.COM - ANAK adalah amanat Illahi yang harus dijaga fisik dan psikisnya. Ironisnya, keberadaan anak terkadang—bagi sebagian orang tua—justru menjadi beban, karena menghambat aktivitas...

Pertahankan Eksistensi Pasar Tradisional

DEMAK- Keberadaan pasar tradisional tetap dibutuhkan masyarakat. Sebab, dengan pasar inipula, interaksi warga yang berbelanja dapat terjalin dengan baik. Dengan demikian, pemerintah terus berupaya...

Bistik Solo hingga Ayam Sarang Tawon ala Gaza

Ingin menikmati bistik yang lezat? Datanglah ke Gaza. Jangan berfikir lokasi konflik di Palestina, tapi Gaza ada di Jalan Sawojajar I Nomor 34 Semarang....

Bawaslu: Mobilisasi ASN Rawan Terjadi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah, Fajar Saka, mengingatkan, politik uang dan mobilisasi ASN masih menjadi hal yang wajib diwaspadai...