Jadi Tempat Istirahat Pemudik dan Spot Foto Selfie

Masjid Baitul Mustagfirin di Tengah Tol Jadi Primadona Pemudik

783
UNIK: Kendaraan pemudik melintas di dekat Masjid Baitul Mustagfirin yang berdiri di tengah tol fungsional Batang-Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM / JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNIK: Kendaraan pemudik melintas di dekat Masjid Baitul Mustagfirin yang berdiri di tengah tol fungsional Batang-Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM / JAWA POS RADAR SEMARANG)

Masjid Baitul Mustagfirin yang berada di tengah tol fungsional Batang-Semarang ternyata menjadi favorit para pemudik. Tak hanya itu, dari jembatan tol, masjid yang berada di KM 444, tepatnya di Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9 Kecamatan Ngaliyan ini juga menjadi bidikan kamera para fotografer.

AFIATI TSALITSATI

RADARSEMARANG.COM – PAGI kemarin, kabut tipis tampak menutupi langit jalur tol fungsional Batang-Semarang, tepatnya di kawasan Beringin, Ngaliyan. Arus kendaraan pemudik terlihat memadati jalan tol yang belum sempurna tersebut. Saat sampai di dekat masjid yang berdiri tegak di tengah tol, jalur tol dibelokkan ke kiri. Di situ, para pemudik mulai menurunkan kecepatan kendaraan.

Iring-iringan kendaraan pemudik melintasi masjid di tengah tol ini pun menjadi bidikan warga dengan kamera handphone maupun DLSR. Warga mengambil angle dari atas jembatan yang melintang di atas tol. “Sebelum masjid dibongkar setelah Lebaran, saya abadikan dulu,” kata Erlina, warga yang ditemui di lokasi.

Ya, bangunan warna hijau muda tersebut memang terlihat paling menonjol lantaran menjadi satu-satunya bangunan yang berdiri kokoh di tengah hiruk pikuk pembangunan jalan tol tersebut. Meski tidak dibuka sebagai rest area maupun posko mudik, para pemudik banyak yang mampir untuk sekadar istirahat atau menunaikan salat.

“Arus mudik ini kadang ada satu atau dua pemudik yang mampir untuk salat maupun istirahat. Padahal di sini bukan rest area,” ungkap Ketua Nadzir Masjid Baitul Mustagfirin, Djazuli, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (12/6).

Sedangkan aktivitas masyarakat di kawasan masjid tengah tol tersebut masih berjalan seperti biasa. Warga kawasan tersebut masih menjalankan ibadah salat lima waktu serta kegiatan di bulan Ramadan lain, seperti pengajian dan lainnya.

Kendati begitu, pihak takmir masjid memang memperbolehkan para pemudik yang hendak beristirahat di masjid tersebut. Bahkan, sambung Djazuli, pada pelaksanaan ibadah salat jumat pekan lalu, banyak sekali jamaah yang sebagian di antaranya merupakan pemudik.

“Kemarin saat salat Jumat itu ramai sekali. Jadi, keberadaan masjid ini tidak mengganggu. Malah pihak Waskita juga menyiapkan parkir sampai pos penjagaan untuk warga yang melintas di tol fungsional menuju masjid,” terangnya.

Menurut Djazuli, selama tol fungsional Batang-Semarang tersebut dibuka, pemudik yang mampir ramai di waktu subuh. Para pemudik yang telah beribadah juga biasanya memanfaatkan waktu istirahatnya untuk berfoto-foto di lantai dua masjid tersebut. “Mereka biasanya ambil spot menarik tol fungsional dari ketinggian. Pemudik banyak yang bilang masjidnya unik karena ada di tengah tol,” tambahnya.

Meski menarik perhatian para pemudik, Masjid Baitul Mustagfirin ini akan segera dibongkar setelah masjid pengganti bisa ditempati. Sementara pembangunan masjid yang baru terletak di tengah kampung Tambakaji saat ini telah mencapai 80 persen.

Sebagai Informasi, masjid ini tergolong berusia cukup tua sebelum terimbas jalan tol. Dibangun pada 1965-an, masjid ini awalnya hanya berupa musala kecil. Kemudian pada 2006 silam, masjid tersebut direhab total hingga memiliki dua lantai. “Jadi sebelum masjid baru jadi, warga tetap beribadah di sini. Di sana (masjid baru) tinggal masang keramik. Alhamdulillah lebih baik dan lokasinya lebih luas. Fasilitasnya juga ada tempat TPQ, kamar mandi yang besar, dan lainnya,” tandasnya. (*/aro)