Siapkan Skenario Lalu Lintas

193

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Menjelang Lebaran, volume kendaraan di Kota Semarang meningkat terutama di puncak arus mudik. Baik kendaraan pemudik yang hendak ke Semarang maupun yang hanya melewati Semarang untuk sampai ke tempat tujuan.

Mengantisipasi penumpukan arus kendaraan, satlantas polrestabes Semarang telah menyiapkan skenario lalu lintas. Salah satunya, meminimalisir bukaan median dengan melakukan penutupan secara permanen pada titik-titik yang tahun lalu menjadi pusat permasalahan. Hal ini untuk mengantisipasi penumpukan di arteri Mangkang-Krapyak.

“Kami juga antisipasi pertemuan jalur tol fungaional dengan existing saat ini di interchange Krapyak. Kita tempatkan petugas dan membagi jalur dengan sistem kanalisasi,” kata Kepala Satlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi.

Sistem kanalisasi ini ditujukan agar arus kendaraan dari Jakarta yang melewati tol fungsional masuk ke tol existing tidak bertemu dengan arus kendaraan warga Kota Semarang dari tol Krapyak.

“Selanjutnya di gerbang tol Manyaran, kita maksimalkan gardu yang ada dengan menambah menjadi 12 gardu operasional. Kita juga siapkan petugas tapping untuk mempercepat proses pembayaran. Karena meskipun sudah cashless kalau tidak dibantu juga akan memakan waktu lama,” jelas Ardi.

Selain itu, pihaknya juga akan membuat jalur cadangan di jalur Arteri Yos Sudarso. Ketika  terjadi kepadatan arus lalu lintas di jalur barat, maka akan dialihkan dengan dimasukkan ke kota. ”Kita naikkan fly over Kalibanteng, masuk Yos Sudarso, Madukoro, kemudian kita masukkan gerbang tol Muktiharjo,” ujarnya menjelaskan.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kemacetan di dalam kota, lanjutnya, tidak akan ditambah ruang parkir, utamanya di pinggir jalan. Untuk mendukung upaya ini, sebagai gantinya, Ardi menghimbau masyarakat untuk lebih menggunakan kendaraan umum daripada menggunakan kendaraan pribadi. ”Kita maksimalkan angkutan umum. Baik bus atau taksi online yang terdaftar di kemenhub, sesuai permen 108,” ujarnya.

”Termasuk tempat wisata yang parkirnya dikelola masyarakat sekitar juga kita himbau, agar tidak hanya mengambil keuntungan saja, tapi juga memperhatikan keamanan dan keselamatan dengan tidak menggunakan parkir sampai ke jalan,” imbuhnya. (sga/zal)