Salat Rowatib Ketika Mudik

191

Pertanyaan :

Assalamualaikum Pak Kiai Ahmad Izzuddin yang saya hormati dan dimuliakan Allah. Sebentar lagi, Hari Raya Idul Fitri akan tiba, Alhamdulillah saya sekeluarga akan melakukan perjalanan mudik ke Banyuwangi. Saya punya kebiasaan sebelum salat 5 waktu saya melakukan salat qobliyah dan bakdiyah terlebih dahulu. Tapi ketika mudik, kebiasaan itu hilang karena setahu saya, salat jama-qosor harus disambung dan tidak boleh dipisah. Apakah ada solusi bagi saya agar dapat melakukan salat sunah qobliyah bakdiyah di saat mudik?

Slamet, di Ngaliyan 085741213XXX

Jawaban :

Waalaikumussalam Warahmatullah, Bapak Slamet yang saya hormati dan dimuliakan Allah. Terima kasih atas pertanyaannya. Terlebih dahulu saya mendoakan semoga bapak sekeluarga diberikan kelancaran dalam mudik hingga selamat sampai tujuan. Amin.

Mungkin yang dimaksudkan dalam pertanyaan bapak di atas adalah salat sunah rowatib. Yaitu salat-salat sunah yang mengikuti pada salat fardlu. Jumlahnya ada 17 rakaat. Di antaranya, 1) dua rakaat sebelum salat subuh, 2) empat rakaat sebelum salat dzuhur, 3) dua rakaat setelah salat dzuhur, 4) empat rakaat sebelum salat ashar, 5) dua rakaat setelah salat maghrib, dan 6) tiga rakaat setelah salat isya, dimana satu rakaatnya adalah salat witir.

Namun, selain yang disebutkan diatas, ada lagi salat sunah rowatib yang lebih ditekankan atau salat sunnah rowatib muakkad. Secara keseluruhan jumlahnya ada 10 rakaat. Yaitu 1) dua rakaat sebelum salat subuh, 2) dua rakaat sebelum salat dzuhur, 3) dua rakaat setelah salat dzuhur, 4) dua rakaat setelah shalat maghrib dan 5) dua rakaat setelah mengerjakan salat isya’.

Mengenai bagaimana melakukan salat sunah rawatib ini, ketika dalam kondisi safar atau perjalanan yang dengannya sudah diperbolehkan jama-qoshor, berikut rincian yang semoga dapat memberikan pemahaman.

Jika dilakukan ketika menjamak salat dzuhur dan ashar, baik keduanya dilakukan secara taqdim maupun ta’khir, maka yang lebih utama adalah melakukan qobliyyah dzuhur sebelum melakukan salat jamak, dan melakukan ba’diyyah dzuhur serta qobliyyah ashar secara berurutan usai mengerjakan salat jama’.

Jika dilakukan ketika menjamak salat magrib dan isya, baik keduanya dilakukan secara taqdim maupun ta’khir, maka yang lebih uatama ialah melakukan qobliyyah maghrib sebelum melakukan salat jamak, dan melakukan ba’diyyah maghrib, qobliyyah dan ba’diyyah isya secara berurutan setelah salat fardlu.  Jika tidak menghendaki melakukan qabliyyah maghrib, maka ba’diyyah maghrib, qobliyyah dan ba’diyyah isya dilakukan setelah selesai melakukan dua salat fardlu. Wallahu A’lam. Demikian jawaban dari saya, Allahu A’lam. Semoga ada manfaatnya dan barokah. Amiin. (*)