Puluhan Kilogram Obat Mercon Dimusnahkan

157
BISA MELEDAK : Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo (tengah) menunjukkan barang bukti obat petasan yang akan dimusnahkan di Lapangan Tembak Akademi Militer (Akmil) Salaman Kabupaten Magelang, Senin (11/6). (Ahsan fauzi/radar kedu)
BISA MELEDAK : Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo (tengah) menunjukkan barang bukti obat petasan yang akan dimusnahkan di Lapangan Tembak Akademi Militer (Akmil) Salaman Kabupaten Magelang, Senin (11/6). (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Jajaran Polres Magelang berhasil membekuk dua pelaku pembuat dan peracik petasan. Kedua tersangka yakni Sobrun Jamil, 45, warga Dusun Tumbu Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo dan Mustaqim, 43, warga Dusun Krajan Desa Ngawonggo Kecamatan Kaliangkrik. Puluhan kilogram bahan peledak sitaan dari kedua orang tersebut dan dimusnahkan di lapangan tembak Akademi Militer (Akmil) Salaman, Kabupaten Magelang, Senin (11/6).

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo menjelaskan, tersangka Jamil ditangkap di rumahnya pada 26 Mei 2018. Barang bukti yang disita berupa 4 bungkus obat petasan, 48 bungkus potasium, 35 bungkus belerang, bubuk brom, sumbu, timbangan dan peralatan lainnya.

“Saat kami amankan, barang bukti disimpan di rumah tetangga di belakang rumahnya. Tersangka mengakui kalau bahan-bahan itu miliknya dan hendak dijual di sekitar Magelang dan sekitarnya,” jelas Hari di sela-sela kegiatan pemusnahan.

Sementara Mustaqim, terang Hari, diringkus polisi pada 6 Juni 2018 di rumahnya bersama barang bukti antara lain 4 renteng berisi 200 buah petasan siap jual, 30 bungkus serbuk obat petasan, 5 bungkus obat petasan yang sudah diracik, sumbu, kantong plastik dan sebagainya. “Ketika kami menangkap, petasan-petasan milik tersangka sedang dijemur di depan rumah, sedangkan bahan-bahan lainnya masih di dalam tas ransel yang disimpan di kandang ayam,” ujar Hari.

Barang bukti ini kemudian dimusnahkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat barang tersebut berupa bahan peledak yang bisa membahayakan. “Dua kasus ini merupakan hasil operasi jajaran Polres Magelang sepanjang bulan Ramadan 2018. Atas perbuatannya itu, kedua tersangka akan dijerat Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara maksimal 20 tahun,” terang Hari.

Sementara itu, salah satu tersangka Mustaqim mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut. Buruh bangunan itu mengaku baru 1 kali meracik petasan untuk dijual pada masa Ramadan dan Lebaran nanti. Ia mengaku membeli bahan petasan itu dari sesorang di Kampung Karanggading, Kota Magelang, seharga total Rp 800.000. Dia belajar sendiri cara meracik bahan-bahan itu menjadi petasan siap edar. “Saya cuma iseng-iseng saja, belajar sendiri, kalau sudah jadi mau dijual ke peminat petasan di Magelang eh malah ditangkap Pak Polisi. Saya menyesal, tidak akan mengulangi lagi,” janjinya. (san/ton)

Silakan beri komentar.