Pembangunan Watu Gajah Diminta Dihentikan

929
TAK BERIJIN: Komisi C DPRD Kabupaten Semarang saat melakukan sidak ke destinasi wisata Watu Gajah yang dalam proses pembangunan karena tidak memiliki izin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK BERIJIN: Komisi C DPRD Kabupaten Semarang saat melakukan sidak ke destinasi wisata Watu Gajah yang dalam proses pembangunan karena tidak memiliki izin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Destinasi wisata Watu Gajah Park di Desa Wringin Putih, Kecamaatan Bergas diketahui belum berizin. Hal itu terkuak saat sidak Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Senin (11/6).

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengatakan sidak yang dilakukan pihaknya setelah memperoleh informasi jika objek wisata tersebut belum memiliki izin.“Untuk mengajukan izin lingkungan harus ada izin lokasi terlebih dahulu. Ini belum dilakukan. Kita minta pemilik maupun pengelola Watu Gajah Park menyelesaikan semua perizinan,” kata Bondan.

Dikatakannya, pihaknya mendapat informasi dari pihak Watu Gajah Park sudah mengajukan izin ke  Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPPTSP) Kabupaten Semarang.

Namun proses pengurusan perizinan tersebut belum berjalan lantaran site plan yang masih belum jelas. “Kita cek ke dinas perizinan ternyata belum jalan. Kita minta pemkab tegas, meskipun sudah ada peringatan dari Satpol PP dan teguran dari  DLH tentang dokumen perizinan,” tandasnya.

Karena belum memiliki izin yang lengkap maka pembangunan destinasi wisata tersebut akan dihentikan untuk sementara waktu. “Kita tidak menghambat investasi, tapi semata-mata untuk menegakkan aturan. Semua izin diurus dulu, setelah perizinan keluar baru dilakukan pembangunan,” ujarnya.

Adapun dalam pengurusan perijinan pemilik destinasi wisata itu akan membangun di atas lahan 3.000 meter persegi. “Setelah kita cek di  lokasi, luasnya lebih dari izin yang diajukan. Ini harus diperhatikan dan diubah, izin harus sesuai kondisi di  lapangan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kades Wringin Putih, Wahib Sukardi mengungkapkan jika pihaknya sudah mengundang pihak pengelola Watu Gajah supaya segera menyelesaikan pengurusan perijinan.

Namun, pihak Watu Gajah mengindahkan hal itu. Sehingga sampai saat ini pihak destinasi wisata tersebut belum menunjukkan itikad baiknya untuk segera mengurus perijinan. “Sejauh ini saya belum pernah membuat surat pengantar untuk mengurus perizinan. Kita sudah komunikasi ke Pak Soekendro (Kepala BPMPPTSP) mendapat informasi dari pihak Watu Gajah Park baru sebatas konsultasi masalah tata ruang,” ujarnya.

Dikonfirmasi, pimpinan pelaksana proyek Watu Gajah Park, Darmanto mengakui jika izin pembangunan Watu Gajah awalnya hanya akan digunakan untuk perumahan. “Namun kemudian ada alih fungsi untuk tempat wisata sehinga mengajukan izin lagi,” kata Darmanto.

Sehingga saat ini pihaknya fokus untuk pembangunan bagian taman dahulu. Pembangunan secara masif belum dilakukan, lanjutnya, dikarenakan ijin yang memang belum lengkap. Terkait dengan penghentian pengerjaanpihaknya akan menginformasikan hal tersebut dahulu kepada pimpinan dalam hal ini pemilik Watu Gajah. (ewb/bas)