DIANGKUT KAPAL: Ratusan motor milik pemudik yang kemarin diangkut KM Camara Nusantara 01 dan 03 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIANGKUT KAPAL: Ratusan motor milik pemudik yang kemarin diangkut KM Camara Nusantara 01 dan 03 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Kapal Perintis yang mengangkut para pemudik dan sepeda motornya mulai berdatangan di Pelabuhan Tanjung Emas. Senin (11/6) kemarin, merupakan gelombang ketiga mudik gratis dengan kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Ahmad Wahid, menyebutkan, kapal yang bersandar berjumlah enam unit, yakni dua kapal pengangkut sepeda motor, dan empat kapal penumpang.

“Hari ini (kemarin) ada 6 kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang merupakan program dari Kemenhub,” katanya saat menyambut kedatangan pemudik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (11/6).

Wahid mengatakan, jumlah sepeda motor yang diangkut mencapai 627 unit, dan jumlah penumpang berdasar sistem terdapat 1.683 jiwa. Terkait kondisi cuaca laut selama angkutan mudik lebaran 2018, dikatakan, tidak ada kendala.

“Cuaca saat ini cenderung cerah dan nyaman untuk para pemudik, sehingga tidak ada kendala yang berarti. Pemudik bisa sampai Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan lancar,” ujarnya

Adapun kapal penumpang yang kemarin merapat di Pelabuhan Tanjung Emas, yakni kapal Sabuk Nusantara 85 (591 penumpang), Sabuk Nusantara 95 (121 penumpang), Sabuk Nusantara 84 (438 penumpang) dan Sabuk Nusantara 97 (234 penumpang).

Sedangkan kapal pengangkut sepeda motor adalah KM Camara Nusantara 03 (297 sepeda motor) dan KM Camara Nusantara 01 (330 sepeda motor). Seluruh kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok.

“Jumlah penumpang yang ikut kapal mudik gratis selama lima hari, yakni tanggal 9-13 Juni 2018 mencapai 11.940 jiwa, dan jumlah sepeda motor mencapai 5.550 unit,” katanya.

Salah seorang pemudik asal Tanjung Priok, Sri Sulastri, yang akan pulang ke kampung halamannya di Jogja mengaku senang dengan program mudik menggunakan kapal laut. Sebab, bisa santai di dalam kapal bahkan dapat makan.

“Dengan adanya kapal ini tentunya sangat meringankan beban baik dari sisi ekonomi maupun tenaga. Karena selain irit, juga tenaga tidak terkuras,” ujarnya. (hid/aro)