Kongres Tani Tuntut Cabut Kartu Tani 

687
KONGRES: Sebanyak 400 petani di eks Karasidenan Semarang menggelar Kongres Tani Jateng di Rumah Makan Six Water Game, Weleri, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONGRES: Sebanyak 400 petani di eks Karasidenan Semarang menggelar Kongres Tani Jateng di Rumah Makan Six Water Game, Weleri, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Ratusan petani mengatasnamakan Aliansi Petani  Nelayan Indonesia Jawa Tengah (Jateng) se-eks Karasidenan Semarang menuntut Kartu Tani dicabut. Keputusan ini merupakan hasil Kongres Tani Jawa Tengah, yang digelar serentak di tiap karesidenan dengan pusat penyelenggaraan kongres di Kota Cepu.

“Dengan adanya Kartu Tani ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, karena tak ada satu hal pun ada kemudahan dari Kartu Tani. Padahal pupuk merupakan kebutuhan pokok bagi petani,” kata Ketua Aliansi Petani Nelayan Indonesia, Erie Sudewo, kemarin.

Tidak hanya problem Kartu Tani, Kongres Tani Jateng juga melahirkan  beberapa pokok tuntutan lain kepada pemerintah. Yakni menolak impor beras, mengembalikan peran Bulog dan terakhir petani bisa mendapatkan bibit dan pupuk bersubsidi secara leluasa.

“Jika Bulog sulit berbenah, pemerintah bisa membuat mekanisme baru. Seperti yang dilakukan oleh Bupati Kulonprogo dimana PNS di wajib membeli membeli beras dari petani,” paparnya.

Untuk eks Karesidenan Semarang, kongres digelar di Weleri dan dihadiri sekitar 400 petani dari beberapa daerah.

Ketua Penyelenggara kongres eks Karesidenan Semarang, Sutiyono mengatakan, rata-rata petani mengeluh dengan adanya Kartu Tani. “Pemberlakuan Kartu Tani ini belum efisien, karena masih ada kendala teknis yang belum siap,”katanya. (bud/zal)