Kartu Kuarted sebagai Media Pembelajaran PKn

186
Oleh: Dwi Setyawati
Oleh: Dwi Setyawati

RADARSEMARANG.COM – MEDIA pembelajaran adalah sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengiriman (guru) ke penerima (siswa) guna merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa. Sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Media dapat berupa benda-benda konkrit atau tiruan dan bisa juga modifikasi benda di sekitar guna memvisualisasikan konsep abstrak menjadi konkrit (riil) yang sesuaikan dengan materi pelajaran.

Secara teori tidak ada satupun  media yang tepat untuk semua materi dan tidak bisa digeneralisasi cocok untuk semua siswa, karena memiliki karakteristik materi yang beragam dan kondisi siswapun juga berbeda. Dengan demikian guru dalam menyiapkan media pembelajaran membutuhkan analisa yang cukup lama artinya tidak dapat berlangsung secara spontanitas, namun diperlukan analisis yang komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek diantaranya tujuan pembelajaran, kondisi siswa, fasilitas pendukung, waktu, dan kemampuan guru menggunakan media.

Pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), materinya banyak membahas masalah-masalah sosial, sehingga lebih sulit dalam mengembangkan media dibanding mata pelajaran eksakta seperti Biologi, Fisika dan Matematika. Tak heran, jika banyak guru PKn jarang mengembangkan dan menggunakan media, padahal tuntutan perkembangan pendidikan abad 21 salah satunya menuntut adanya kreativitas guru mengembangkan media pembelajaran untuk mengaktifkan siswa agar menjadi insan yang kritis, inovatif dan kreatif.

Media yang sering guru PKn gunakan adalah video, film dokumenter, rekaman-rekaman berita dan gambar-gambar. Jika ini sering digunakan, berdampak pada kejenuhan siswa sebab karakteritik media-media itu hanya satu arah. Keterlibatan siswa jarang diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran, padahal bisa berakibat rendahnya aktivitas, motivasi dan dan hasil belajar.

Berikut solusi yang dapat digunakan guru PKn dalam mengembangkan media yang sesuai dengan kaidah pengembangan media tersebut di atas, yaitu berupa kartu kuarted. Kita semua tahu bahwa kartu kuarted itu adalah pasangan empat kartu yang berisikan sebuah tema dan dilengkapi dengan gambar-gambar, dan kartu dimainkan oleh beberapa orang. Misalnya, materi hak azasi manusia dibuat dalam kartu kuarted, maka bisa dijadikan minimal 20-40 set kartu yang terdiri atas pengertian HAM, sifat HAM, sejarah HAM, jenis-jenis HAM, instrument HAM, penegakkan HAM dan sebagainya.

Bagian yang tercetak dalam kartu: Pertama, judul, misalnya sifat HAM. Kedua, subjudul ada empat, yakni pemberian Tuhan Yang Maha Esa, sejak keberadaan manusia, bersifat universal, tak dapat dibeli atau diberi. Ketiga, gambar pendukung yang sesuai sub judul. Cara memainkannya berkelompok dan setiap siswa berusaha untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya set kartu, dan siapa yang paling banyak mengumpulkan set kartu dia yang menang. Dengan demikian,  bisa dipastikan pembelajaran akan lebih menyenangkan.

Sambil bermain kartu kuarted, siswa menerima beberapa informasi tentang HAM. Di sini ada juga nilai plus yang bisa dikembangkan, yaitu penanaman nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, kompetisi, tanggung jawab, dan kreatif.  Itulah alasan mengapa media kartu kuarted bisa dikembangkan sebagai salah satu media pembelajaran PKn. Saya pun pernah meneliti dari penggunaan kartu kuarted ini dengan hasil adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar yang signifikan.

Semoga bapak-ibu guru PKn lain termotivasi untuk mengembangkan kartu ini. Sebab, kartu kuarted tidak hanya materi HAM tetapi bisa untuk materi lain. (igi2/aro)

Guru PKn SMP Negeri 4 Salatiga