Joyful Learning dalam Pembelajaran IPA

60
Oleh: Retnowati
Oleh: Retnowati

RADARSEMARANG.COM – SEKOLAH saat ini berlomba-lomba menciptakan tren dan semangat dalam mengembangkan joyful learning, yaitu menciptakan suatu kondisi pembelajaran sedemikian rupa, sehingga peserta didik menjadi betah di kelas karena pembelajaran yang dijalani menyenangkan. Semua bidang studi, termasuk IPA dapat dibuat menyenangkan, tergantung bagaimana niat dan kemauan pendidik untuk menciptakan joyful learning di kelas. Pembelajaran yang dikemas dalam situasi yang menyenangkan, jenaka, dan menggelitik sangat diharapkan oleh peserta didik saat ini yang terbebani oleh saratnya materi ajar yang harus dikuasai.

Ketika seorang pendidik dalam proses pembelajaran tanpa ada selingan dan peserta didik hanya mendengarkan dan mencatat, maka perhatian dan konsentrasi peserta didik akan menurun secara drastis setelah dua puluh menit. Keadaan ini dapat diatasi apabila pendidik menyadari lalu mengubah proses pembelajaran menjadi menyenangkan dengan cara memberi selingan aktivitas atau humor. Tindakan ini secara signifikan berpengaruh meningkatkan kembali perhatian dan konsentrasi peserta didik yang relatif besar.

Joyful learning dalam pembelajaran IPA juga dapat diciptakan ketika peserta didik memperoleh penjelasan yang lengkap dan menyeluruh tentang suatu konsep yang sedang dipelajari, sehingga peserta didik terpuaskan dalam memperoleh informasi. Rasa puas merupakan salah satu suasana hati yang bersifat menyenangkan dan membuat seseorang ingin mengalaminya lagi. Demikian halnya dalam pembelajaran IPA, ketika peserta didik merasa terpuaskan dalam memperoleh informasi pada pembelajaran maka peserta didik akan lebih fokus dalam proses pembelajaran, sehingga hasil belajar IPA dapat maksimal.

Joyful learning sebagai pembelajaran yang membuat peserta didik tidak takut salah, ditertawakan, diremehkan, tertekan, sebaliknya peserta didik berani berbuat dan mencoba, bertanya, mengemukakan pendapat atau gagasan, dan mempertanyakan gagasan orang lain. Menciptakan suasana yang menyenangkan dapat dilakukan dengan membuat pembelajaran yang relaks atau tidak tegang, lingkungan yang aman untuk melakukan kesalahan, mengaitkan materi ajar dengan kehidupan mereka, belajar dengan balutan humor, dorongan semangat, dan pemberian jeda berpikir.

Seperti diketahui, otak terbagi menjadi dua bagian, yaitu kanan dan kiri. Terkadang dalam dunia pendidikan lupa akan pentingnya mengembangkan otak sebelah kanan. Secara umum hanya otak kiri yang menjadi sasaran pengembangan, terutama untuk ilmu eksakta. Otak sebelah kanan sebagai bagian yang berkaitan dengan imajinasi, estetika, intuisi, irama, musik, gambar, seni. Sebaliknya otak sebelah kiri berkaitan dengan logika, rasio, penalaran, kata-kata, matematika, dan urutan. Untuk menepis hal itu, sebenarnya dapat ditunjukkan bahwa ilmu apapun mampu digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan otak sebelah kanan, diantaranya dengan cara memahami dan menghafal konsep melalui puisi, nyanyian, maupun permainan teka-teki.

Sebagai pendidik dapat merancang apa yang sebaiknya diberikan peserta didik agar otak peserta didik menyukainya. Joyful learning dalam pembelajaran IPA merupakan salah satu cara untuk menarik perhatian otak untuk mau belajar lebih baik dengan keterpaduan beberapa ilmu akan memberikan efek multisensorik dan multidimensi yangg disukai oleh otak pada peserta didik. Joyful learning jadikan pembelajaran IPA semakin bermakna. (igi2/aro)

Guru SMP Negeri 1 Salatiga

Silakan beri komentar.