Jajaran Polres Waspadai Peredaran Uang Palsu

219
Abdul Waras (IST)
Abdul Waras (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO—Masyarakat Wonosobo diimbau untuk mewaspadai peredaran uang palsu pada momen menjelang Lebaran 2018. Sebab, tingginya penggunaan uang pada saat Lebaran, dikhawatirkan memicu maraknya peredaran uang palsu.

Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras, Senin (11/6) kemarin, mengatakan, kecenderungan uang palsu beredar pada saat Idul Fitri, karena tingginya transaksi keuangan. “Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan.”

AKBP Abdul Waras menjelaskan, besarnya transaksi keuangan, dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengedarkan uang palsu oleh para pelaku, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri. Selain itu, sambung Kapolres, munculnya kegiatan penukaran uang menjelang Lebaran, menambah celah peredaran uang palsu.

“Untuk itu, kami meminta masyarakat agar tidak menukarkan uang di sembarang tempat. Tukarlah uang di bank yang sudah dijamin aman,” saran Kapolres. Selain itu, untuk mengantisipasi peredaran uang palsu, Kapolres meminta Polsek hingga jajaran di tingkat Polres untuk mengawasi peredaran uang menjelang Idul Fitri. “Kami berharap masyarakat juga hati-hati dan jangan menukar uang di sembarang tempat.”

Meski begitu, ucap Kapolres, sejauh ini belum ada indikasi atau laporan masyarakat terkait peredaran uang palsu di Wonosobo. Agar tidak tertipu, Kapolres meminta masyarakat untuk memastikan uang asli yang ditandai dengan watermark pada setiap lembaran uang kertas asli.

Antisipasi terhadap peredaran uang palsu juga dilakukan Polres Temanggung. Apalagi menjelang Lebaran kali ini juga memasuki musim tanam tembakau. “Menjelang Lebaran, masyarakat akan lebih banyak menggunakan uang tunai untuk berbagai keperluan. Jadi harus lebih waspada, maka kita antisipasi dengan sosialisasi maupun patroli khususnya di daerah pasar maupun tempat peredaran uang” kata Kasat Sabhara Polres Temanggung AKP Imam Suparyanto.

Menurut Imam, masyarakat harus lebih waspada ketika menerima mata uang pecahan Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 100 ribu. Karena, pecahan tersebut yang paling banyak beredar. “Saat menerima uang pecahan tersebut, harus teliti dengan ‎melakukan 3D (dilihat, diraba, dan diterawang),” katanya.

Imam juga mengimbau kepada masyarakat agar dalam bertransaksi maupun membawa uang dalam jumlah banyak selalu hati-hati dan bila diperlukan pihaknya bersedia memberikan pengawalan secara gratis. (*/isk)