569 Perangkat Desa Kosong

796

RADARSEMARANG.COM, PURWODADI – Ratusan jabatan perangkat desa di Kabupaten Grobogan kosong. Namun, pengisian perangkat itu tidak bisa dalam waktu dekat ini. Pengisian baru bisa dilakukan setelah pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades).

Kabag Pemerintahan Desa Setda Grobogan Daru Wisakti mengatakan, ada 569 jabatan perangkat desa yang kosong. Jumlah itu tersebar di 273 desa dari 19 kecamatan.

Pengisian perangkat desa tersebut setelah enam bulan usai pilkades serentak. Pilkades digelar November 2018 mendatang. Sehingga seleksi pengisian kekosongan paling cepat Mei 2019 mendatang.

Kekosongan perangkat desa ini, jelasnya, disebabkan beberapa faktor. Seperti meninggal dunia atau berhalangan tetap dan pensiun atau usianya melebihi batasan umur yang ditentukan.

”Untuk proses pengisian perangkat desa saat ini beda dengan mekanisme sebelumnya. Jika mengacu regulasi lama, rekrutmen melalui sistem pemilihan oleh kepala desa terpilih. Seiring keluarnya aturan baru mengenai pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, yakni Permendagri 83/2016, Perda 14/2016 dan Perbup 38/2016, mekanisme berubah menjadi seleksi,” kata Daru Wisakti.

Menurutnya, proses seleksi bisa diikuti oleh siapa saja dan dari mana saja. Sehingga tidak harus berasal dari desa itu. Warga luar desa dibolehkan ikut seleksi. Yang penting memenuhi persyaratan yang diatur seperti berijazah minimal SMA/sederajat.

”Persiapan mulai pemilihan nantinya dilakukan enam bulan setelah selesai pemilihan kepala desa serentak. Setelah itu, pembentukan tim seleksi oleh kepala desa dan BPD, penetapan tim seleksi, penyusunan tatib, jadwal dan RAB seleksi serta sosialisasi pelaksanaan seleksi,” terang dia.

Selain itu, pelaksanaan pengisian perangkat desa akan menggandeng pihak ketiga secara transparan. Pihak ketiga tersebut berasal  dari kalangan akademisi. ”Untuk penentuan siapa nanti yang terpilih adalah yang menempati ranking pertama,” tandasnya. (mun/ris/jpg/ton)