30 Seniman Kaligrafi Unjuk Gigi

176
NGABUBURIT: 30 seniman turut meramaikan acara kaligrafi on the spot kemarin. (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NGABUBURIT: 30 seniman turut meramaikan acara kaligrafi on the spot kemarin. (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Wakil Wali Kota Muh Haris berharap kegiatan ngabuburit Syiar Syair Ramadan, pada mendatang digelar lebih meriah. Ngabuburit, menunggu saat berbuka, dengan diisi pentas seni Islami dan peragaan melukis kaligrafi sangat mendidik bagi masyarakat, utamanya anak-anak.

Demikian harap Muh Haris saat membuka kegiatan ngabuburit yang diprakarsai Panitia Hari Besar Islam, Dewan Masjid Indonesia  dan beberapa elemen lain di Taman Tingkir, kemarin. “Pendidikan agama yang disampaikan dengan kesenian akan lebih terkesan di hati generasi muda, oleh karenanya saya sangat mendukung kegiatan Syiar Syair Ramadan kali ini,” sambut Muh Haris dalam sambutannya.

Muamir MZ, selaku ketua panitia menyampaikan, kegiatan tersebut didukung oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Sanggar Seni Kaligrafi Alif, Julio Music, dan Wasesa. Selain itu kegiatan juga dimeriahkan dengan band Djams, pantomim dari SD
Islam Kurma.

Sementara itu ketua DMI Salatiga Muthoin menerangkan bahwa pihaknya kali ini tugasnya adalah mengkoordinir dan membagikan takjil gratis. “Takjil yang kami bagikan lebih dari 400 bungkus. Takjil tersebut bukan dari DMI tapi dari para donatur di Kota Salatiga yang dipasrahkan kepada kami. DMI Ramadan tahun ini rutin membagikan takjil gratis setiap hari sabtu,” jelasnya.

Sementara itu Abdul Ghani selaku koordinator kaligrafi on the spot sore ini mampu mengajak sekitar 30 seniman kaligrafi.”Teman-teman yang unjuk seni kaligrafi kali ini berasal dari
Jogjakarta, Jombang, Salatiga, dan Kabupaten Semarang. Hasil lukisan ini nantinya akan kami lelang untuk kegiatan sosial,” terang Kepala Sekolah SD Islam Kurma Salatiga ini. (sas/bas)