Vihara Budhagaya Bagikan Sembako dan Tuntunan Salat

239
BERBAGI REZEKI :Sejumlah warga membawa bingkisan Lebaran berisi sembako pemberian dari umat Buddha di Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya, Watugong, Semarang, Minggu (10/6). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
BERBAGI REZEKI :Sejumlah warga membawa bingkisan Lebaran berisi sembako pemberian dari umat Buddha di Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya, Watugong, Semarang, Minggu (10/6). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Yayasan Vihara Budhagaya Semarang, membagikan 500 paket sembako kepada warga kurang mampu, Minggu (10/6).

Ketua Yayasan Budhagaya Halim Wijaya mengatakan, pembagian tersebut tidak hanya dibagikan kepada warga diwilayah Banyumanik, melainkan masyarakat kota Semarang Barat, Selatan, Utara, dan Timur.

“Pembagian sembako ini tidak hanya di wilayah atas (Banyumanik) saja, tetapi warga kurang mampu dari berbagai wilayah Semarang. Dan ini merupakan pembagian yang ke 10,” katanya.

Menariknya, tidak hanya membagikan sembako. Pihaknya juga membagikan buku tuntunan salat. Harapannya bisa menjadi sarana untuk menambah keimanan dan ketakwaan.

“Buku ini setidaknya dapat memberikan pelajaran bagi mereka dan keluarganya, sehingga menambah keimanan,” imbuhnya.

Dikatakan Halim, dalam ajaran Budhis ditekankan kalau ingin berbuat baik, ada tiga syarat yakni tulus dan tidak mengharapkan pamrih, kemudian memberinya kepada yang membutuhkan dan tepat sasaran, serta memberikan yang bermutu.

“Kalau misalnya memberikan beras juga beras yang bagus, minyak yang bagus, dan pakaian yang bagus, tidak pakaian yang bekas,” katanya.

Intinya dalam kegiatan ini, pihaknya ingin mewujudkan persaudaraan, penuh rasa kebhinekaan dan NKRI merupakan harga mati. “Yang jelas selalu mempunyai komitmen bahwa hidup memiliki 6 agama, mempunyai 17 ribu suku. Sehingga bagaimana mewujudkan persaudaraan, penuh rasa kebhinekaan dan mewujudkan NKRI harga mati,” tegasnya.

Halim menambahkan, bingkisan sembako merupakan bantuan dari umat Budha dan donatur. Diharapkan apa yang dilakukan ini bisa dicontoh oleh organisasi lainnya.

“Marilah tinggalkan ego dan berikan tali asihmu, singkirkan sedikit keuntunganmu bagikan kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu,” imbuhnya.

Salah seorang penerima paket sembako, Azizah, 47, mengaku bantuan sembako ini dapat meringankan biaya. Sehingga biaya bisa untuk kepentingan lainnya. “Biaya untuk membeli sembako bisa digunakan untuk membeli baju buat anak-anak. Bantuan ini bisa digunakan  untuk Lebaran,” katanya. (hid/zal)