Ulama Himbau Tidak Takbir Keliling

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Para ulama di Kabupaten Batang yang diwakili Rois Syuriah NU Kabupaten Batang KH Abdul Manaf Syair mengimbau kepada umat muslim untuk tidak melaksanakan takbir keliling pada malam Idul Fitri. Hal tersebut disampaikan sebelum berbuka puasa ulama se Kabupaten Batang yang dilaksanakan di rumah dinas Bupati Batang, Sabtu ( 9/6) malam.

“Saya harap ada penertiban takbir keliling yang melintas di jalan raya, disamping mengganggu ketertiban juga untuk antisipasi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab,” pinta  KH Abdul Manaf Syair.

Ia juga menyampaikan bahwa sekarang banyak musala atau masjid melaksanakan takbir di malam Idul Fitri menggunakan rekaman. “Inilah yang menjadi kekawatiran kami selaku ulama, mereka kebih senang duduk di pinggir jalan. Takbir cukup di musala dan masjid masing – masing saja, tidak usah sampai keluar kampung hal ini  demi kemaslahatan dan keamanan Kabupaten Batang,” katanya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, buka puasa bersama ulama untuk menjalin silaturahmi umaroh dan ulama, karena selama memimpin selama satu tahun delapan belas hari banyak ulama yang belum didatangi dan kenal.

” Saya sebenarnya ingin sekali mendatangi rumah para ulama di Kabupaten Batang untuk bersilaturahmi, tapi karena keterbatasan waktu sehingga tidak bisa,” jelas Wihaji.

Bupati juga meminta para ulama untuk mendoakan dalam memimpin untuk tetap istiqomah dan amanah, karena para ulama selalu kami nantikan fatwa dan nasehatnya.

“Saya anggap para ulama sudah menjadi Bapak dan Romo sehingga apabila ada yang pas dan kesalahan untuk segara di ingatkan dan nasihati,” ucap Wihaji.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga kembali menyampaikan program sosial yang sudah dijalankan Pemkab Batang. Seperti santunan kematian, insentif guru Madrasah Diniyah yang mencapai Rp 1,2 juta.Khusus santunan anak yatim piatu di  tahun kemarin hanya mendapatkan Rp 100 ribu, kini dinaikan menjadi Rp 1 juta bagi 1.500 anak yatim piatu,  sehingga total santunannya mencapai Rp 1,5 miliar. Santunan juga diberikan kepada masyarakat miskin yang meninggal dunia, sebesar Rp 1 juta. (han/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -