Ulama Himbau Tidak Takbir Keliling

234
SILATURAHMI : Bupati Batang Wihaji bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama dengan ulama Batang. (Lutfi Hanafi / Jawa Pos Radar Semarang)
SILATURAHMI : Bupati Batang Wihaji bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama dengan ulama Batang. (Lutfi Hanafi / Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Para ulama di Kabupaten Batang yang diwakili Rois Syuriah NU Kabupaten Batang KH Abdul Manaf Syair mengimbau kepada umat muslim untuk tidak melaksanakan takbir keliling pada malam Idul Fitri. Hal tersebut disampaikan sebelum berbuka puasa ulama se Kabupaten Batang yang dilaksanakan di rumah dinas Bupati Batang, Sabtu ( 9/6) malam.

“Saya harap ada penertiban takbir keliling yang melintas di jalan raya, disamping mengganggu ketertiban juga untuk antisipasi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak – pihak yang tidak bertanggungjawab,” pinta  KH Abdul Manaf Syair.

Ia juga menyampaikan bahwa sekarang banyak musala atau masjid melaksanakan takbir di malam Idul Fitri menggunakan rekaman. “Inilah yang menjadi kekawatiran kami selaku ulama, mereka kebih senang duduk di pinggir jalan. Takbir cukup di musala dan masjid masing – masing saja, tidak usah sampai keluar kampung hal ini  demi kemaslahatan dan keamanan Kabupaten Batang,” katanya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, buka puasa bersama ulama untuk menjalin silaturahmi umaroh dan ulama, karena selama memimpin selama satu tahun delapan belas hari banyak ulama yang belum didatangi dan kenal.

” Saya sebenarnya ingin sekali mendatangi rumah para ulama di Kabupaten Batang untuk bersilaturahmi, tapi karena keterbatasan waktu sehingga tidak bisa,” jelas Wihaji.

Bupati juga meminta para ulama untuk mendoakan dalam memimpin untuk tetap istiqomah dan amanah, karena para ulama selalu kami nantikan fatwa dan nasehatnya.

“Saya anggap para ulama sudah menjadi Bapak dan Romo sehingga apabila ada yang pas dan kesalahan untuk segara di ingatkan dan nasihati,” ucap Wihaji.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga kembali menyampaikan program sosial yang sudah dijalankan Pemkab Batang. Seperti santunan kematian, insentif guru Madrasah Diniyah yang mencapai Rp 1,2 juta.Khusus santunan anak yatim piatu di  tahun kemarin hanya mendapatkan Rp 100 ribu, kini dinaikan menjadi Rp 1 juta bagi 1.500 anak yatim piatu,  sehingga total santunannya mencapai Rp 1,5 miliar. Santunan juga diberikan kepada masyarakat miskin yang meninggal dunia, sebesar Rp 1 juta. (han/zal)