Tak Terima Anak Ditegur, Ayah Aniaya Nenek

210
BARANG BUKTI : Unit Reskrim Polsek Sragi saat melakukan pemeriksaan terhadap pelaku penganiayaan, dengan menunjukan golok yang digunakan tersangka. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
BARANG BUKTI : Unit Reskrim Polsek Sragi saat melakukan pemeriksaan terhadap pelaku penganiayaan, dengan menunjukan golok yang digunakan tersangka. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Tego Mulyo alias Bagong, 30, warga Dukuh Pesuruhan, Desa Purworejo Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, tersangka penganiayaan terhadap tetangganya sendiri, Suriah, 70, dibekuk Satreskrim Polres Pekalongan, Minggu (10/6).

Bermula, ketika korban menegur anak tersangka yang masih berumur sekitar sekitar 3 tahun, agar tidak memegang dan menganiaya ayam milik korban, karena ayam tersebut akan disembelih menjelang lebaran nanti. Pada saat bersamaan istri tersangka,  saat itu berada di dalam rumah dan mendengar perkataan korban, selanjutnya istri tersangka menceritakan kejadian tesebut kepada suaminya.

Setelah mendengar keluhan dari istrinya, 30 menit kemudian saat korban bersama rekannya berada di halaman rumahnya, tersangka dengan membawa golok langsung menyekap leher korban dengan menggunakan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya yang memegang golok, mengenai wajah korban hingga terluka sepanjang 15 sentimeter sebanyak dua kali dan mengeluarkan darah.

Karena ketakutan, korban berontak dan terjatuh hingga kepalanya membentur batu, korban sempat berlari meminta tolong para tetangga. Namun tersangka mengejar dan mengancam akan membunuh korban, hingga akhirnya para tetangga berdatangan dan berhasil mengamankan tersangka bersama golok. Kemudian menyerahkan ke Polsek Sragi.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan,Iptu Akrom, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan petugas dan keterangan saksi, tersangka tidak terima anaknya ditegur korban.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek di bagian dahi sepanjang 5 cm, luka sobek pada jari telapak tangan kiri,  luka memar pada kepala.

“Dari tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu potong kaos warna biru, sebilah golok sepanjang 30 sentimeter dengan gagang golok terbuat dari kayu.  Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 ayat (1) tentang Membawa senjata tajam tanpa ijin dan 351 KUHP,” jelas Kasubbag Humas Iptu Akrom. (thd/zal)

Silakan beri komentar.