33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Lebih Bagus Jadi Taman

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – NAMA Bundaran Bubakan cukup melegenda. Bundaran yang di tengahnya terdapat kolam dan air mancur itu merupakan pertemuan 5 jalan besar, yakni Jalan MT Haryono, Jalan KH Agus Salim, Jalan Cendrawasih, Jalan Sayangan, dan Jalan Pattimuraa Semarang.Namun tak lama lagi, Bundaran Bubakan akan berubah menjadi polder pengendali banjir dan rob.

Moch. Nasir, warga Kampung Batik Rejomulyo, tak jauh dari Bundaran Bubakan mengaku, belum mendapatkan informasi yang jelas tentang pembangunan polder tersebut. Namun ia sempat diberitahu Camat Semarang Timur mengenai rencana pengalihfungsian taman menjadi polder. Hanya saja, melihat proses yang berlangsung membuat mereka bertanya-tanya.

”Katanya memang akan dibuat polder, tapi ada yang lihat, kok itu malah ada alat berat meratakan lahan. Harusnya kalau memang mau dibikin polder kan justru dikeruk,” ujar Moch. Nasir, warga kampung Batik saat ditemui di kediamannya.

Pria yang dituakan di RT nya ini pun sangsi dengan luasan areal tersebut. Ia masih belum tahu apakah polder akan dibangun pada lahan yang dinilainya tidak terlalu luas tersebut. ”Harusnya kalau polder kan lebar dan luasnya. Masak luas segitu mau dibikin polder. Tapi yang pasti Pak Camat dulu bilangnya mau dibikin polder,” katanya.

”Tapi mungkin benar juga mau dibangun polder, melihat pembangunan gorong-gorong di Jalan Sendowo yang mengarah ke situ,” imbuhmya.

Sebenarnya warga tidak terlalu menuntut kepada pemerintah. Jika memang pembangunan polder ditujukan untuk mengatasi persoalan banjir, warga seratus persen mendukung. Warga hanya ingin agar pemerintah mempertimbangkan dengan matang jika memang bekas taman tersebut akan dibuat polder. ”Jangan sampai karena kapasitas kecil justru akan memberikan dampak merugikan. Misalnya saja meluber, atau katakanlah jebol,” ujar Nasir.

Selama dua tahun terakhir, kata dia, Kampung Batik memang sudah bisa dibilang bebas banjir. Kalaupun ada genangan, itu hanya berlangsung sesaat. Sehingga, secara pribadi ia justru ingin agar taman tersebut tetap menjadi taman dengan perawatan yang memadahi.

”Dulu kan taman air mancur, tapi tidak terawat. Kalau taman mungkin akan lebih bisa dimanfaatkan warga. Soalnya kan memang tidak terlalu luas untuk polder,” ujarnya berpendapat. ”Tapi ya kembali lagi. Kalau tujuannya memang untuk menanggulangi banjir, kami manut saja,” timpal Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Rejomulyo ini. (sga/aro)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Single Parent, Kuliahkan Anak di Kedokteran Undip

RADARSEMARANG.COM - Aiptu Sutrisno adalah anggota Polrestabes Semarang. Namun ia juga nyambi membuka warung nasi goreng. Dari pekerjaan sampingan ini, ia mampu membiayai kuliah...

Waspadai Penyakit Infeksi Pernafasan

SEMARANG - Masyarakat diminta untuk menjaga kesehatan karena sekarang mulai memasuki pergantian musim. Saat ini sudah banyak kasus masyarakat di Jateng yang terkena penyakit...

Sehari, Windari Terima 10-15 Amplop Pungli

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Amplop berisi uang suap sudah biasa diterima Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Nasional pada Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan...

Snorkling, Jangan Stres Usir Stres

RADARSEMARANG.COM-Banyak wisatawan di Karimunjawa yang melakukan snorkling tetapi mereka tidak punya keahlian. Mereka belum pernah melakukan sebelumnya. Bahkan, berenang pun tidak bisa. Kalau anda termasuk...

Aset Polri-TNI Mulai Disasar

MAGELANG–Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang mulai merambah tanah dan bangunan milik institusi militer dan kepolisian, menjadi objek pajak. Terobosan ini diharapkan...

Festival Sejuta Buku Jateng 2018

RADARSEMARANG.COM - DINAS Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang 3G Production menyelenggarakan Festival Sejuta Buku Jateng 2018 yang dilaksanakan pada hari ini, Rabu, 9 Mei...