33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Kurangi Kecepatan, Hindari Makam dan Masjid

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemudik yang mengendarai mobil pribadi mulai memanfaatkan tol fungsional Batang-Semarang. Jumlah kendaraan pemudik terus meningkat pada H-5 Lebaran, Minggu (10/6) kemarin. Meski begitu, arus lalu lintas di tol fungsional ini relatif lancar.

Di ruas tol fungsional wilayah Ngaliyan, tepatnya di Plampisan, para pemudik harus mengurangi kecepatan. Sebab, permukaan jalan masih tidak rata dan sedikit menurun serta berbelok. Jalan tersebut sengaja dibuat pihak kontraktor untuk menghadapi arus mudik, lantaran pembebasan lahan tol yang melintasi area pemakaman belum terselesaikan.

Di ruas tol Beringin, Ngaliyan, para pemudik juga harus dibelokkan, untuk menghindari bangunan masjid yang masih berdiri di tengah tol. Meski begitu, keberadaan masjid tersebut justru dimanfaatkan para untuk beristirahat dan menunaikan ibdah salat wajib.

Iya, banyak pemudik yang berhenti untuk menyempatkan salat di masjid itu,” ungkap Roni warga sekitar, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (10/6).

Selain para pemudik, masjid tersebut juga masih dipakai untuk beraktivitas warga sekitar, termasuk pekerja proyek jalan tol itu sendiri.

Menurut Roni, masjid tersebut masih berdiri karena karena bangunan penggantinya belum rampung, dan masih dalam proyek pengerjaan. “Itu di sebelah jalan, masih dibangun. Ya, belum dibongkar karena bangunan penggantinya belum selesai. Nanti kalau sudah selesai masjid yang ini baru di bongkar,” bebernya.

Sementara itu, arus mudik di Jalan Pantura Semarang-Kendal, terpantau ramai lancar dan didominasi kendaraan roda dua. Hal ini tentunya berbeda dari tahun lalu, di mana daerah Mangkang menjadi tempat ekor kemacetan hingga Perempatan Krapyak.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Stasiun Poncol dan Tawang, pun sudah sangat dipadati oleh pemudik. Sampai pukul 16.00 kemarin, tercatat ada sekitar 10 ribu pemudik yang turun di dua stasiun besar tersebut. “Hari ini (kemarin) didominasi oleh penumpang yang turun, di mana sejak H-7 jumlahnya dalam kondisi luar biasa ramai dibandingkan hari-hari biasa,” kata Humas PT KAI Dapo 4 Semarang, Suprapto.

Ia menjelaskan jika kondisi tersebut akan bertahan sampai hari H Lebaran untuk arus mudik, sementara arus balik diprediksi akan terjadi pada H+2 Lebaran atau pada Minggu (17/6) mendatang.

Untuk jalur laut, sebanyak 1.260 pemudik sepeda motor dari Jakarta dan sekitarnya tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin, (10/6) dengan menggunakan kapal Dobonsolo. Para penumpang tiba dan bersandar di pelabuhan sekitar pukul 09.00. Kapal tersebut selain mengangkut penumpang, juga mengangkut sepeda motor milik pemudik. Ada 572 sepeda motor yang diangkut dalam program mudik bareng pemerintah itu.

“Ini merupakan kapal pertama yang datang mengangkut pemudik sepeda motor dan rencananya ada 16 kapal yang disiapkan untuk mengangkut pemudik sepeda motor ini oleh pemerintah,” kata Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP), Ahmad Wahid, kemarin.

Wahid menambahkan, untuk puncak arus mudik menggunakan kapal laut khusus sepeda motor akan tiba pada 13 Juni nanti. Sebanyak 9 kapal akan datang mengangkut ribuan penumpang. “Saat puncak itu, diprediksi akan ada 2000-an pemudik yang tiba di Pelabuhan Tanjung Emas ini,” tambahnya.

Salah satu penumpang, Nur Hidayat, 29, mengaku merasa senang dengan adanya mudik gratis sepeda motor ini. Pasalnya, angkutan kapal yang mengangkut pemudik sekaligus sepeda motor ini sangat bermanfaat sekali.

“Bawa motor untuk dipakai di rumah. Saya senang ada transportasi kapal ini. Daripada dikendarai dari Jakarta, sudah capek, macet dan rawan terjadi kecelakaan,” katanya. (mha/den/hid/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...