MELAJU PELAN: Kendaraan pemudik melewati jalan tol fungsional di Beringin, Ngaliyan, Semarang yang masih berdiri masjid di tengah tol. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELAJU PELAN: Kendaraan pemudik melewati jalan tol fungsional di Beringin, Ngaliyan, Semarang yang masih berdiri masjid di tengah tol. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemudik yang mengendarai mobil pribadi mulai memanfaatkan tol fungsional Batang-Semarang. Jumlah kendaraan pemudik terus meningkat pada H-5 Lebaran, Minggu (10/6) kemarin. Meski begitu, arus lalu lintas di tol fungsional ini relatif lancar.

Di ruas tol fungsional wilayah Ngaliyan, tepatnya di Plampisan, para pemudik harus mengurangi kecepatan. Sebab, permukaan jalan masih tidak rata dan sedikit menurun serta berbelok. Jalan tersebut sengaja dibuat pihak kontraktor untuk menghadapi arus mudik, lantaran pembebasan lahan tol yang melintasi area pemakaman belum terselesaikan.

Di ruas tol Beringin, Ngaliyan, para pemudik juga harus dibelokkan, untuk menghindari bangunan masjid yang masih berdiri di tengah tol. Meski begitu, keberadaan masjid tersebut justru dimanfaatkan para untuk beristirahat dan menunaikan ibdah salat wajib.

Iya, banyak pemudik yang berhenti untuk menyempatkan salat di masjid itu,” ungkap Roni warga sekitar, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (10/6).

Selain para pemudik, masjid tersebut juga masih dipakai untuk beraktivitas warga sekitar, termasuk pekerja proyek jalan tol itu sendiri.

Menurut Roni, masjid tersebut masih berdiri karena karena bangunan penggantinya belum rampung, dan masih dalam proyek pengerjaan. “Itu di sebelah jalan, masih dibangun. Ya, belum dibongkar karena bangunan penggantinya belum selesai. Nanti kalau sudah selesai masjid yang ini baru di bongkar,” bebernya.

Sementara itu, arus mudik di Jalan Pantura Semarang-Kendal, terpantau ramai lancar dan didominasi kendaraan roda dua. Hal ini tentunya berbeda dari tahun lalu, di mana daerah Mangkang menjadi tempat ekor kemacetan hingga Perempatan Krapyak.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Stasiun Poncol dan Tawang, pun sudah sangat dipadati oleh pemudik. Sampai pukul 16.00 kemarin, tercatat ada sekitar 10 ribu pemudik yang turun di dua stasiun besar tersebut. “Hari ini (kemarin) didominasi oleh penumpang yang turun, di mana sejak H-7 jumlahnya dalam kondisi luar biasa ramai dibandingkan hari-hari biasa,” kata Humas PT KAI Dapo 4 Semarang, Suprapto.

Ia menjelaskan jika kondisi tersebut akan bertahan sampai hari H Lebaran untuk arus mudik, sementara arus balik diprediksi akan terjadi pada H+2 Lebaran atau pada Minggu (17/6) mendatang.

Untuk jalur laut, sebanyak 1.260 pemudik sepeda motor dari Jakarta dan sekitarnya tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin, (10/6) dengan menggunakan kapal Dobonsolo. Para penumpang tiba dan bersandar di pelabuhan sekitar pukul 09.00. Kapal tersebut selain mengangkut penumpang, juga mengangkut sepeda motor milik pemudik. Ada 572 sepeda motor yang diangkut dalam program mudik bareng pemerintah itu.

“Ini merupakan kapal pertama yang datang mengangkut pemudik sepeda motor dan rencananya ada 16 kapal yang disiapkan untuk mengangkut pemudik sepeda motor ini oleh pemerintah,” kata Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP), Ahmad Wahid, kemarin.

Wahid menambahkan, untuk puncak arus mudik menggunakan kapal laut khusus sepeda motor akan tiba pada 13 Juni nanti. Sebanyak 9 kapal akan datang mengangkut ribuan penumpang. “Saat puncak itu, diprediksi akan ada 2000-an pemudik yang tiba di Pelabuhan Tanjung Emas ini,” tambahnya.

Salah satu penumpang, Nur Hidayat, 29, mengaku merasa senang dengan adanya mudik gratis sepeda motor ini. Pasalnya, angkutan kapal yang mengangkut pemudik sekaligus sepeda motor ini sangat bermanfaat sekali.

“Bawa motor untuk dipakai di rumah. Saya senang ada transportasi kapal ini. Daripada dikendarai dari Jakarta, sudah capek, macet dan rawan terjadi kecelakaan,” katanya. (mha/den/hid/aro)