Klaim Bisa Mencegah Penyakit Mastitis pada Sapi Perah

Tiga Mahasiswa Undip Ciptakan Antiseptik Herbal dari Daun Ubi Jalar Merah

330
INOVATIF: Muhammad Zainul Asror, Endah Wulandari dan Tituk Suselowati menunjukkan antiseptik herbal IPO-Green ciptaannya. (ISTIMEWA)
INOVATIF: Muhammad Zainul Asror, Endah Wulandari dan Tituk Suselowati menunjukkan antiseptik herbal IPO-Green ciptaannya. (ISTIMEWA)

Penyakit mastitis pada sapi perah menurunkan produksi susu. Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berhasil menciptakan antiseptic herbal berbahan daun ubi jalar merah untuk mengatasi penyakit tersebut. Seperti apa?

AFIATI TSALITSATI

RADARSEMARANG.COM – SALAH satu penghambat peningkatan produksi susu adalah adanya penyakit mastitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan Staphylococci. Penyakit mastitis dapat menurunkan jumlah produksi dan kualitas susu. Kerugian ekonomi yang diakibatkan mastitis antara lain, penurunan produksi susu per kwartir per hari (9 – 45,5 persen), penurunan kualitas susu yang mengakibatkan penolakan susu mencapai 30- 40 persen, penurunan kualitas hasil olahan susu, peningkatan biaya perawatan dan pengobatan serta pengafkiran ternak lebih awal.

“Dari fakta tersebut, kami terdorong untuk menciptakan IPO-Green. Ini merupakan antiseptic herbal dari daun ubi jalar merah,” ungkap Muhammad Zainul Asror, mahasiswa Peternakan Undip 2015.

Asror menciptakan antiseptic herbal dari bahan daun ubi jalar merah itu bersamaEndah Wulandari (Peternakan 2015) dan Tituk Suselowati (Peternakan 2015)

Menurut Asror, penyakit mastitis pada sapi dapat dicegah dengan mencelupkan puting ke dalam larutan antiseptik setelah proses pemerahan selesai (teat dipping). Sampai saat ini, industri peternakan sapi perah masih banyak menggunakan antiseptik sintesis.

Namun, antiseptik sintetis memiliki beberapa kekurangan, yaitu dapat meninggalkan residu kimia pada susu. Jika susu yang mengandung residu kimia dikonsumsi oleh manusia, maka akan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Sedangkan, antiseptic herbal ciptaannya yang menggunakan bahan daun ubi jalar merah ini memiliki senyawa aktif saponin, flavonoid, dan polifenol yang berfungsi sebagai antibakteri, di mana mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu daun ubi jalar merah juga memiliki kandungan senyawa aktif antosianin.

“Antosianin adalah bagian dari senyawa fenol yang tergolong flavonoid yang menyebabkan warna ungu pada daun. Fungsi senyawa antosianin, yaitu sebagai antioksidan yang mampu menghambat oksidasi toksik,” bebernya.

Adanya senyawa antibakteri ini, lanjut dia, diharapkan dapat mencegah masuknya bakteri ke dalam puting setelah dilakukannya proses pemerahan, sehingga dapat mencegah penyakit mastitis.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa antiseptik IPO-Green berbahan dasar ekstrak daun ubi jalar merah dengan konsentrasi 1 persen saja sudah terbukti efektif dalam menurunkan jumlah cemaran bakteri dalam susu dan tingkat peradangan pada jaringan interna kelenjar mammary,” jelasnya.

Kemudian, penurunan jumlah bakteri dan sel radang terjadi setelah 5 hari pemakaian dan semakin menurun selama 10 hari penelitian. Jika dibandingkan dengan antiseptik komersial povidone iodine 10 persen, efektifitasnya adalah sama, baik sebagai antibakteri maupun antiradang.

Selama masa treatment menggunakan IPO-Green, tidak ada penurunan pada produksi susu maupun kandungan nutrisi susu. Hal ini menunjukkan bahwa selain mampu menjaga kesehatan kelenjar mammary, IPO-Green juga dapat menjaga produktivitas sapi perah.

“Kami berharap melalui IPO-Green ini dapat dijadikan antiseptik teat dipping herbal untuk mencegah penyakit mastitis, sehingga nantinya dapat diterapkan secara luas di kalangan masyarakat. Selain itu, kami berharap IPO-Green ini dapat digunakan sebagai acuan pemerintah maupun pelaku industri, baik sapi perah maupun kambing perah untuk memanfaatkan antiseptik herbal secara lebih luas,” pungkas Asror. (*/aro)