Berbagi Rezeki dan Toleransi

129
BERBAGI SESAMA:  Sin-Sin pemilik Berkah Jaya selalu melibatkan ketiga anaknya dan kegiatan berbagi untuk melatih rasa kepedulian kepada sesama sejak dini. (Lutfi Hanafi / Jawa Pos Radar Semarang)
BERBAGI SESAMA:  Sin-Sin pemilik Berkah Jaya selalu melibatkan ketiga anaknya dan kegiatan berbagi untuk melatih rasa kepedulian kepada sesama sejak dini. (Lutfi Hanafi / Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sikap toleransi yang dilakukan keluarga Ronny Setiawan atau yang lebih dikenal Sin Sin ini patut menjadi contoh. Meski dari golongan non muslim dan etnis tionghoa, namun setiap jelang Lebaran selalu berbagi dengan umat muslim. Seperti Minggu (10/6) kemarin, membagikan 100 paket beras kepada warga tidak mampu.

“Di keluarga kami, berbagi dengan sesama merupakan kewajiban. Kami tidak memandang suku ras maupun agama, yang tidak mampu akan kami berikan sedikit rezeki kami,” ucap Rony Setiawan alias Sin-Sin pemilik toko Elektronik Berkah Jaya di Jalan Angkatan 45 Kota Pekalongan.

Dipilih waktu mendekati Lebaran, karena pasti harga sembako lebih mahal dari hari biasa. Dan bukan kebetulan, hampir semua penerima sembako dari mereka adalah umat muslim yang akan merayakan lebaran. Tahun ini keluarga ini kembali bagikan 100 kupon sembako kepada warga kurang mampu. Setiap kupon bisa ditukar dengan beras premium 5 kilogram. “Saya pilih beras, karena kebutuhan pokok utama dan semua orang pasti memakannya,” ucap Sin-sin.

Dalam setiap kegiatan berbagi, Sin-sin selalu melibatkan ketiga putra kesayangannya, Ivan, 11, Richard, 10 dan Aaron, 6. Dengan tujuan , sejak kecil ketiga anaknya paham sebuah makna berbagai dengan sesama.

Nampak selama proses bagi sembako kepada warga miskin, ketiga anak tersebut dengan cekatan yang langsung menyalurkan sendiri sembakonya

“Dulu awal berikan sumbangan ini, saya tidak pakai kupon dan produknya banyak. Namun lambat laun kami hanya pilih beras saja. Dengan kupon juga membuat penerima lebih tertib dan dijamin tidak ada kerusuhan,” ucapnya.

Agar penerima kupon benar-benar warga tidak mampu, sebagian besar kupon dibagikan sendiri oleh Sin-sin. Sebagian lagi, dititipkan kepada Ketua RT di kelurahan setempat, karena mereka mengetahui persis warga mana yang kurang mampu.

“Kadang saya miris, banyak orang yang terlihat mampu ikut minta jatah, padahal mereka punya motor, bajunya bagus dan pakai perhiasan,” ucapnya sedih.

Salah satu penerima sembako, Zamroni, warga Keputran mengungkapkan kebahagiannya bisa mendapat  beras gratis, sehingga Lebaran tak khawatir kekurangan beras. “Ini sangat membantu sekali bagi keluarga saya,” katanya. (han/zal)

Silakan beri komentar.