33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Temukan Mayat Nelayan dengan Bekas Luka

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, REMBANG – Nelayan asal Juwana, Pati, Karyono ditemukan di perairan Sluke, Rembang, tak bernyawa. Kondisinya ada beberapa bekas luka. Baik lebam ataupun sobek. Polisi mendalami identitas dan penyebab kematian korban.

Mayat itu ditemukan Kusmin. Dia kaget ketika melihat ada mayat laki-laki mengambang di laut. Posisinya tengkurap. Mayat itu hanya mengenakan celana pendek. Lokasinya sekitar satu mil dari Pantai Dukuh Pendok, Desa Manggar, Kecamatan Sluke.

Mayat itu ditemukan Kusmin saat hendak pulang dari melaut sekitar pukul 08.00 kemarin. Dia kemudian memberitahukan rekannya. Mereka berinsiatif mengangkat mayat tersebut ke atas kapal.

Kemudian dibawa menuju daratan memakai perahu rekannya, Sahuri. Kedua warga itu merupakan nelayan dari desa setempat. Sesampainya di darat, mereka melaporkan penemuan mayat itu ke Polsek Sluke.

Tak ada satupun identitas yang ditemukan dari mayat tersebut. Hanya ciri-ciri fisik yang bisa diketahui. Tingginya sekitar 160 sentimeter. Berat badannya kira-kira 80 kilogram. Badannya tampak gemuk. Usianya 36 tahun.

Pada jari telunjuk tangan kanan ada bekas amputasi. Lalu, ada kunci sepeda motor Suzuki yang terikat di celana pendek korban. Hanya itu yang bisa dikenali dari kondisi fisik korban.

Namun, di beberapa bagian tubuh korban ditemukan luka. Pelipis mata kanan korban sobek. Mata kiri korban ada bekas lebam. Pipi kiri korban juga terluka. Luka lebam juga ditemukan di dada korban. Betis kanan dan kiri korban juga terluka.

Dilihat dari darahnya, masih segar. Kondisi jasadnya juga belum kaku. Kemungkinan korban meninggal beberapa jam sebelum ditemukan oleh nelayan. Mayat korban lalu dibawa ke RSUD dr. R. Soetrasno untuk diperiksa.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Kurniawan Daeli membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Setelah didalami pihaknya, mayat tersebut bernama Karyono berasal dari Desa Pekuwon, Juwana, Pati. Pekerjaannya sebagai nelayan.

Kapolsek Sluke AKP Sunarmin menambahkan, dugaan sementara korban meinnggal dunia karena depresi. Itulah yang menjadi dugaan penyebab kematian korban. ”Dari keluarga, korban depresi dan keluyuran,” jelasnya. (lid/ris/bas)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Pendidikan Karakter lewat Filosofi Wayang

RADARASEMARANG.COM - KEMAJUAN teknologi dan komunikasi yang tidak digunakan sebagaimana fungsi dan manfaatnya, sangat mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Budi pekerti dan Tata krama...

Terapkan MLM, Tingkatkan Komunikasi Matematika

RADARSEMARANG.COM - PANDANGAN secara umum, pelajaran matematika berkutat dengan angka dan rumus. Namun, pelajaran matematika tidak hanya sebatas itu, ada nilai-nilai dan perilaku yang...

Prasasti Plumpungan Bisa Jadi Motif Batik

SALATIGA - Sejarah Prasasti Plumpungan diharapkan bisa masuk dalam kurikulum muatan lokal. Hal itu mengacu setelah Bahasa Jawa ditetapkan Gubernur Jawa Tengah menjadi muatan...

Industri Jasa Pengiriman Tumbuh 30 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sepanjang tahun lalu industri jasa pengiriman tumbuh hingga 30 persen bila dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)...

Sampah 1 Truk Dibuang ke Sungai

WONOSOBO – Satrekrim Polres Wonosobo menangkap dan memeriksa NI, warga Kecamatan Kepil yang diketahui membuang sampah di Sungai Bogowonto, Dusun Pecekelan Kecamatan Sapuran. Tak...