33 C
Semarang
Kamis, 4 Juni 2020

Tangkal Radikalisme, Gelar Program Menginap di Ponpes

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Program menginap dua malam dalam sepekan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) oleh Polres Semarang bertujuan untuk tangkal paham radikalisme. Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho mengungkapkan program itu dilakukan melalui penyuluhan kepada penghuni ponpes.

“Pelaksanaanya hampir di seluruh pesantren. Jadwalnya dua minggu dua kali untuk di setiap polsek,” kata Agus, Jumat (8/6).

Selain sebagai upaya penangkalan faham radikalisme, menginap di ponpes juga sekaligus mendekatkan polisi dengan masyarakat. Menurutnya, sosialiasi tentang tentang pencegahan dan bahaya paham radikalisme sangat penting karena paham ini merupakan cikal bakal terorisme. “Secara eksternal babinkamtibmas melaksanakan silaturahmi pada para tokoh dilanjutkan dengan kegiatan nginap bareng santri di ponpes maupun di tokoh-tokoh lainnya,” katanya.

Dijelaskannya, saat mengikuti program tersebut Babinkamtibmas akan mengikuti salat Subuh berjamaah bersama santri dan pengurus ponpes. Kemudian menyampaikan pesan tentang kontra radikal dan berbagai potensi gangguan keamanan masyarakat.“Kita juga sosialisasikan soal bahaya narkoba,” ujarnya.

Saat menjalankan program sosialisasi kontra radikal ini, Polres Semarang menggandeng berbagai elemen. Di antaranya tokoh masyarakat, ponpes, sekolah. Dikatakannya, Polres semarang juga melakukan antisipasi kemungkinan anak-anak jalanan atau dari keluarga miskin dimanfaatkan oleh kelompok radikal. Bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang.

Jika anggota Polres menemukan anak jalanan dan bisa dibujuk atau mau dibawa ke pusat pelatihan milik Dinsos. “Sebagai anggota kepolisian bekerja sama dinsos melakukan tindakan kreatif inisiatif, perekrutan kepada anak-anak yang tidak mampu,” ujarnya.

Penyebaran paham radikalisme, lanjutnya, memang saat menjadi titik fokus Polres Semarang. Hal itu dilakukan juga sebagai bentuk menjaga kondisifitas wilayah Kabupaten Semarang. “Kami mengandeng FKUB, MUI, Kesbangpol, dan tokoh ulama,” katanya.

Di dalam program tersebut, Polres Semarang juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pencegahan radikalisme di sejumlah ponpes. Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua MUI Kabupaten Semarang, Miftahudin.

Dikatakannya, MUI melakukan penyuluhan pembinaan kepada guru agama bekerja sama dengan Kemenag dan juga penyuluhan agama bagaimana menyampaikan Islam yang damai. “Harmonis baik scara umat beragama dan antarpemeluk agama,” ujar Miftahudin. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Mengganti Puasa Ramadan

Assalamu’alaikum Warahmatullah Bapak Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M Ag. Yang saya hormati dan yang dimuliakan Allah SWT., Apakah dasar rasional yang menyebutkan bahwa puasa...

Gerindra Bantah Turunkan Rekomendasi

SEMARANG – Hingga saat ini, DPD Partai Gerindra Jateng belum fokus benar dalam menghadapi Pilkada di tujuh daerah di Jateng pada 2018 mendatang. Termasuk...

Komnas PA Selamatkan Bocah 8 Tahun dari Penyekapan Ayahnya

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pengurus Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Jateng berhasil menyelamatkan AL dari penyekapan yang dilakukan ayah kandungnya, JEN, Kamis (10/10) petang. Bocah...

MAN Salatiga Bantu Rohingya

SALATIGA - Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Salatiga menyerahkan sumbangan donasi kemanusiaan untuk etnis Rohingya melalui Lembaga Amil Zakat Al ihsan Jawa Tengah...

1,6 Juta Jiwa Miliki E-KTP Ganda  

SEMARANG—Dari 261 juta jiwa penduduk Indonesia memang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Namun 1,6 juta jiwa penduduk Indonesia, memiliki data ganda. Di antaranya karena...

Bangga, Ada Napi yang Putuskan Jadi Pendeta

RADARSEMARANG.COM - SEBAGAI Pembina Rohani atau Gembala pada Gereja Oikumene Imanuel Lapas Kedungpane Semarang, Drs Daru Eko Pulunggono memiliki cerita khusus saat memberikan siraman...