Tangkal Radikalisme, Gelar Program Menginap di Ponpes

177

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Program menginap dua malam dalam sepekan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) oleh Polres Semarang bertujuan untuk tangkal paham radikalisme. Kapolres Semarang, AKBP Agus Nugroho mengungkapkan program itu dilakukan melalui penyuluhan kepada penghuni ponpes.

“Pelaksanaanya hampir di seluruh pesantren. Jadwalnya dua minggu dua kali untuk di setiap polsek,” kata Agus, Jumat (8/6).

Selain sebagai upaya penangkalan faham radikalisme, menginap di ponpes juga sekaligus mendekatkan polisi dengan masyarakat. Menurutnya, sosialiasi tentang tentang pencegahan dan bahaya paham radikalisme sangat penting karena paham ini merupakan cikal bakal terorisme. “Secara eksternal babinkamtibmas melaksanakan silaturahmi pada para tokoh dilanjutkan dengan kegiatan nginap bareng santri di ponpes maupun di tokoh-tokoh lainnya,” katanya.

Dijelaskannya, saat mengikuti program tersebut Babinkamtibmas akan mengikuti salat Subuh berjamaah bersama santri dan pengurus ponpes. Kemudian menyampaikan pesan tentang kontra radikal dan berbagai potensi gangguan keamanan masyarakat.“Kita juga sosialisasikan soal bahaya narkoba,” ujarnya.

Saat menjalankan program sosialisasi kontra radikal ini, Polres Semarang menggandeng berbagai elemen. Di antaranya tokoh masyarakat, ponpes, sekolah. Dikatakannya, Polres semarang juga melakukan antisipasi kemungkinan anak-anak jalanan atau dari keluarga miskin dimanfaatkan oleh kelompok radikal. Bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang.

Jika anggota Polres menemukan anak jalanan dan bisa dibujuk atau mau dibawa ke pusat pelatihan milik Dinsos. “Sebagai anggota kepolisian bekerja sama dinsos melakukan tindakan kreatif inisiatif, perekrutan kepada anak-anak yang tidak mampu,” ujarnya.

Penyebaran paham radikalisme, lanjutnya, memang saat menjadi titik fokus Polres Semarang. Hal itu dilakukan juga sebagai bentuk menjaga kondisifitas wilayah Kabupaten Semarang. “Kami mengandeng FKUB, MUI, Kesbangpol, dan tokoh ulama,” katanya.

Di dalam program tersebut, Polres Semarang juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pencegahan radikalisme di sejumlah ponpes. Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua MUI Kabupaten Semarang, Miftahudin.

Dikatakannya, MUI melakukan penyuluhan pembinaan kepada guru agama bekerja sama dengan Kemenag dan juga penyuluhan agama bagaimana menyampaikan Islam yang damai. “Harmonis baik scara umat beragama dan antarpemeluk agama,” ujar Miftahudin. (ewb/bas)