Syubbanul Wathon Tegalrejo Terintegrasi JKN-KIS

444
TERINTEGRASI : Yayasan Syubbanul Wathon, Tegalrejo Kabupaten Magelang mengintegrasikan siswa dan karyawan yayasan menjadi peserta JKN-KIS. (IST)
TERINTEGRASI : Yayasan Syubbanul Wathon, Tegalrejo Kabupaten Magelang mengintegrasikan siswa dan karyawan yayasan menjadi peserta JKN-KIS. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Sepuluh lembaga pendidikan di bawah Yayasan Syubbanul Wathon, Tegalrejo, Kabupaten Magelang diintegrasikan ke Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kedua belah pihak menandatangani perjanjian kerjasama jaminan kesehatan di aula Masjid Fajar Falah Darurrachman, Pondok Pesantren (Ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kamis (7/6) sore.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Dyah Miryanti mengungkapkan, yayasan tersebut secara kolektif mendaftarkan siswanya menjadi peserta JKN-KIS segmen peserta bukan penerima upah (PBPU) dan karyawannya dalam segmen pekerja pemberi upah (PPU). Kerjasama ini merupakan bukti komitmen Yayasan Syubbanul Wathon dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi para siswanya. Sekaligus dukungan menyukseskan program nasional untuk mencapai universal health coverage (UHC) atau cakupan semesta di tahun 2019.

“Dengan program JKN-KIS ini, siswa maupun karyawan Yayasan akan lebih mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara komprehensif,” kata Dyah.

Ia juga berharap, langkah positif dari Yayasan Syubbanul Wathon dapat diikuti oleh yayasan lainnya. Sehingga, semakin banyak warga negara Indonesia (WNI) yang terlindungi kesehatannya. “Terlebih, di Kabupaten Magelang menduduki peringkat ketiga se-Jawa Tengah dengan jumlah santri dan ponpes terbanyak setelah Jepara dan Demak,” imbuhnya.

Dalam acara ini, hadir Deputi Direksi Wilayah Jawa Tengah dan DIY BPJS Kesehatan Aris Jatmiko dan Pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori. (put/ton)