Pemudik Padati Tol Fungsional

131
ARAHKAN PEMUDIK: Seorang petugas mengarahkan pemudik untuk masuk ke tol Kendal-Semarang yang telah dioperasikan sebagai jalur fungsional mudik Lebaran 2018. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ARAHKAN PEMUDIK: Seorang petugas mengarahkan pemudik untuk masuk ke tol Kendal-Semarang yang telah dioperasikan sebagai jalur fungsional mudik Lebaran 2018. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Jalur Tol Semarang-Batang di wilayah Kendal mulai Jumat (8/6) telah dioperasikan sebagai jalur mudik Lebaran 2018. Pemudik yang keluar dari pintu tol Gringsing Exit (Grixit) langsung diarahkan masuk ke Tol Kendal-Semarang melalui pintu tol Larasati, Weleri.

Pantuan di lapangan, para pemudik sudah memasuki tol melalui pintu Weleri. Tarpantau arus ribuan kendaraan roda empat perjam masuk tol. Mereka masuk melalui jalur contraflow yang telah disiapkan dan diatur oleh Polres Kendal. Meski begitu, arus lalu lintas masih terpantau lancar.

Dengan dioperasionalkannya Tol Semarang-Batang sebagai jalur fungsional mudik, kendaraan roda empat tidak lagi masuk arteri Kendal atau jalur Pantura Kendal. Jalur Pantura Kendal justru dipenuhi oleh pemudik yang mengendarai roda dua. Meski begitu masih ada satu dua pemudik yang memilih lewat jalur pantura.

Seorang pemudik asal Bogor, Saifudin mengatakan, sejak keluar dari Brebes dirinya sudah masuk tol Pemalang-Batang hingga masuk Tol Batang-Semarang. “Arus mudik masih lancar. Dari Tol Brebes hingga Grisnging-Batang hanya dua jam. Ini saya mau menuju ke Surabaya,” ujarnya.

Ia mengakui, melintasi tol trans Jawa dirinya tidak mengalami kebingungan karena banyak petugas yang memberikan arahan. Bahkan arus mudik tahun ini lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. “Cuma tadi saat keluar Grixit harus antre karena jalan hanya bisa dilalui satu kendaran saja,” jelasnya

Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya, mengatakan, sejak Tol Batang-Semarang dioperasikan, pihaknya telah menyediakan posko pengamanan (Posopam) exit Tol Weleri. “Setiap hari ada 40  personel polisi, dibantu dari 15 petugas Brimob Polda Jateng,  dari TNI Kodim Kendal, petugas medis kesehatan. Mereka semua siaga 24 jam setiap harinya,” terang kapolres.

Ia mengatakan, pengoperasian pintu Tol Weleri ini sesuai dengan kesepakatan di Polda dengan menggunakan opsi Cara Bertindak Satu (CB1). Yakni menerapkan contraflow sepanjang 500 meter untuk kendaraan yang keluar dari Grixit masuk ke Tol Weleri-Semarang.

Namun opsi CB1 ini bisa kemungkinan dinaikkan menjadi CB2 atau arus normal tanpa ada contraflow. Hal ini bergantung pada kondisi kepadatan di pintu Grixit. “Jika di sana sudah banyak menumpuk, maka akan dialihkan ke CB2. Kami di Kendal hanya menunggu komando dari petugas di Grixit,” terangnya. (bud/zal)

Silakan beri komentar.