33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Pemkot Diminta Tak Lepas Tangan

Soal Makam dan Masjid di Tengah Tol

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

“Seharusnya bisa, Pemda itu merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Otomatis, adanya persoalan terkait proses pembangunan APBN, tentu Pemkot Semarang harus ikut cawe-cawe, terlibat secara langsung.”

Supriyadi
Ketua DPRD Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kalangan DPRD Kota Semarang meminta persoalan keberadaan makam dan masjid di tengah jalan tol Semarang-Batang di wilayah Kota Semarang yang hingga kini berlarut-larut belum dipindah, agar bisa diselesaikan secepatnya. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diminta untuk tidak lepas tangan terkait persoalan tersebut.

“Seharusnya bisa, Pemerintah Daerah (Pemda) itu merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Otomatis, adanya persoalan terkait proses pembangunan APBN, tentu Pemkot Semarang harus ikut cawe-cawe, terlibat secara langsung,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, Jumat (8/6).

Permasalahan krusial dalam proses pembangunan biasanya mengenai pembebasan lahan. Pembebasan lahan memiliki persoalan kompleks yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, Pemkot Semarang mestinya tidak lepas tangan begitu saja.

“Tol Semarang-Batang ini masih banyak kendala, ada masjid, sekolah, makam, dan lain-lain, yang belum tuntas. Ini butuh sentuhan pemerintah daerah, bersama-sama harus duduk satu meja,” ujarnya.

Pihaknya belum lama ini telah bertemu dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendengarkan secara langsung mengenai permasalahan pembebasan lahan benda wakaf yang terdampak pembangunan jalan tol ini.

“Semua pemangku kepentingan harus terlibat. Termasuk tokoh masyarakat agar proses pembangunan yang sedang dijalankan tidak sia-sia, mundur-mundur terus hanya karena beberapa titik lahan yang masih nggondeli,” katanya.

Semua yang terdampak pembangunan jalan tol telah masuk anggaran pemerintah pusat. Tetapi dalam teknis di lapangan, pemerintah pusat tidak mungkin intensif harus turun di lapangan secara terus-menerus.

“Maka dari itu dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah. Ini kan seolah-olah pemerintah pusat berjalan sendiri-sendiri tanpa keterlibatan pemerintah daerah. Kami berharap harus duduk satu meja untuk mencari solusi,” ujarnya.

Kabid Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Suriyati, mengatakan, relokasi makam di Plampisan, Jalan Honggowongso, Kecamatan Ngaliyan, yang tergusur pembangunan jalan tol Semarang-Batang, terlepas dari tanggungjawab Pemkot Semarang.

“Kami tidak menangani relokasi makam yang terdampak jalan tol di daerah Ngaliyan tersebut. Sebab, makam tersebut dikelola warga,” katanya.

Sehingga Pemkot Semarang tidak turut melakukan relokasi makam tersebut. “Kalau saat ini yang kami tangani adalah pembangunan Makam Jabungan,” ujarnya.

Kendala sejauh ini banyak warga mengelola makam sendiri. Pemkot Semarang berharap pengelolaan makam bisa ditangani pemerintah. “Sehingga bisa seragam. Karena kalau dikelola warga, ada makam yang macam-macam bentuknya. Sebagian sudah menaati aturan,” katanya.

Termasuk apabila ada permasalahan terkait permakaman misalnya, terdampak pembangunan jalan tol bisa ditangani oleh Pemkot Semarang. “Ke depannya kami ingin pengelolaan makam agar lebih rapi. Untuk saat ini beberapa UPTD Makam sudah mulai melakukan penataan,” paparnya.

Sebelumnya, pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang, dipercepat. Hal itu untuk mengejar target agar bisa beroperasi lebaran mendatang. Namun saat ini masih ada sejumlah kendala. Salah satunya adalah relokasi makam berisi 1.300 jasad di Jalan Plampisan, Jalan Honggowongso, Ngaliyan dan masjid di daerah Beringin Ngaliyan, belum dilaksanakan. Namun jalan tol tetap bisa difungsikan dengan membuat jalan darurat di sekitar lahan yang belum bisa direlokasi. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

RSUD Tidar Buat Parkir Sementara

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – RSUD Tidar akhirnya menyediakan area parkir di halaman SMK Satya Persada yang hanya menampung 235 motor khusus pengunjung. Lokasi parkir sementara...

Ajak Donasikan Rp 5 Ribu, Tiap Sepasang Sepatu

Berbisnis sembari membantu sesama. Itulah yang dilakukan Erna Dyah Krisnaningrum. Ia mengembangkan bisnis sepatu wanita dengan mengajak pembelinya mendonasikan uang untuk diberikan kepada mereka...

Kasi SMP Dituntut 2 Tahun Penjara

SEMARANG - Kepala Seksi (Kasi) Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten non-job, Suramlan, dituntut dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta...

Ajari 1.455 Mahasiswa Menari

RADARSEMARANG.COM - DOA seorang ibu menjadikan Elva Merdha seorang penari berprestasi. Sejak kecil, Elva-sapaan akrabnya- memang hobi menari namun jika dilihat dari garis keturunan...

Pesan Damai dari 2.000 Lampion

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Detik-detik Waisak 2562BE/2018 dengan pelepasan 2.000 lampu lampion di pelataran Candi Borobudur Magelang, Selasa (29/5) malam berlangsung meriah. Sekitar tiga ribu...

Venue Dayung dan Renang Dikebut Penyelesaiannya

SEMARANG - Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV di Jateng, 10-21 September, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto...