Makanan Berbahaya Masih Ditemukan

225
PANGAN BERBAHAYA : Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menunjukkan makanan di pasar tradisional yang mengandung rhodamin B. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
PANGAN BERBAHAYA : Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menunjukkan makanan di pasar tradisional yang mengandung rhodamin B. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang menemukan lima produk makanan yang positif mengandung rhodamin B dijual di Pasar Rejowinangun. Hasil ini diketahui setelah dilakukan pengetesan zat-zat berbahaya dari duapuluh sampel makanan yang diuji.

“Yang positif rhodamin B ada kolang-kaling, kerupuk ubi, kerupuk bawang, rengginan, dan permen gula,” kata Kasi Farmasi Minuman Makanan dan Alat Kesehatan (Farmamin-Alkes) Dinkes Kota Magelang, Dumaria, Jumat (8/6).

Sementara bakso, mi basah, cincau, cendol dan aneka makanan ringan lainnya bebas dari kandungan zat berbahaya. “Dulu mi basah sering mengandung formalin atau boraks, namun sekarang aman. Artinya ada perbaikan setelah adanya pembinaan dari dinas,” tuturnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar teliti sebelum membeli. Makanan yang positif mengandung zat perwarna sintetis atau yang kerap digunakan sebagai bahwan pewarna tekstil dan kertas memiliki warna yang mencolok. “Yang sering dipakai warna merah,” imbuhnya. Mengonsumsi zat ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Dalam rangka perlindungan konsumen, pada bulan Ramadan ini pihaknya mengumpulkan sekitar 100 sampel makanan yang diambil secara acak. Mulai dari pasar tradisional, toko modern, juga toko oleh-oleh. “Namun sampel dari toko modern dan oleh-oleh langsung dibawa ke laboratorium kesehatan (labkes) untuk diteliti. Hasilnya akan kami sampaikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), agar bisa ditindaklanjuti untuk pembinaan kepada penjualnya,” bebernya.

Ia juga meminta kepada penjual, agar selektif memilih dagangan. Sehingga, rantai pemasaran makanan berbahaya bisa diputus. “Utamakan menjual produk yang punya izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) supaya produk-produk yang dijual terseleksi,” tandasnya. (put/ton)