Libur Lebaran, 200 Mobdin Dikandangkan

170
PARKIR: Penjabat Sekda Kudus Sudjatmiko (kanan) didampingi Kepala DPPKAD Eko Djumartono melihat mobil dinas yang diparkir di halaman pendapa kemarin. 9DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
PARKIR: Penjabat Sekda Kudus Sudjatmiko (kanan) didampingi Kepala DPPKAD Eko Djumartono melihat mobil dinas yang diparkir di halaman pendapa kemarin. 9DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Memasuki libur Lebaran, kemarin (8/6) Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai mengandangkan mobil dinas (mobdin). Untuk memastikan kondisi mobdin, Penjabat Sekda Kudus Sudjatmiko dan Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus Eko Djumartono terjun ke lapangan.

Mengandangkan mobdin ini mengacu Surat Edaran Bupati Kudus pada Rabu (6/6) lalu. Salah satu poinnya mobdin tidak diperuntukkan mudik Lebaran. Para ASN mulai pukul 08.00 telah memakirkan mobdin di kawasan Pendapa Kudus. Misalnya, mobdin itu yang digunakan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus sejak pagi dikandangkan. Disusul mobdin penjabat sekda, kepala BPPKAD, kepala Disbudpar, dan lainnya.

Sudjatmiko mengatakan, situasi rumah kurang siap. Sedangkan, parkir di kawasan pendapa masih cukup. Untuk itu, lebih baik dikandangkan. ”Parkirannya nanti biar diatur,” ungkapnya.

pengandangan ini dimulai kemarin hingga Selasa (19/6) mendatang. Setelah itu, mobdin bisa diambil kembali. ”Kami harap seluruh ASN tidak membawa mobdin mudik,” tuturnya.

Selama masa cuti Lebaran, pihaknya mengimbau kepada masing-masing OPD untuk mengecek kondisi mobdin. Selain itu, rutin merawat agar kondisi mobdin tetap baik. ”Nanti kami siapkan petugas yang rutin kontrol. Sebab, keamanan tentunya kami utamakan,” paparnya.

Kepala BPPKAD Kudus Eko Djumartono menambahkan, mobdin yang dikandangkan sekitar 200 kendaraan. ”Mengingat banyaknya mobdin milik Pemkab Kudus, tahun ini mobdin bisa diparkir di rumah masing-masing atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Yang pasti tidak diparkir di Pendapa,” ungkapnya.

Jika melanggar, ASN akan mendapatkan sanksi dan teguran. Untuk itu diharapkan seluruh ASN mentaati aturan. ”Tentunya ada sanksinya. Maka, harus mentaati peraturan,” tuturnya. (mal/ris)