Gugatan PT JLA Ditolak

Nekat Lawan Bulog Berkutu

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Nekad melawan perusahaan plat merah, Perum Bulog Divisi Regional Bulog Jateng dan Perum Bulog Subdivre I Semarang terkait wabah kutu, PT Jati Luhur Agung (JLA), perusahaan eksportir menel, kalah. Pasalnya, gugatan penggugat tidak terbukti bahwa gudang Bulog Semarang menjadi penyebab migrasinya kutu ke gudang.

Dalam putusannya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang dipimpin, Lasito didampingi dua hakim anggota, Muh Zainal dan Suranto, menyatakan sependapat dengan ahli tergugat. Bahwa, kutu sebagaimana yang didalilkan PT JLA muncul dari alam dan sulit dibasmis.

Majelis hakim membenarkan ahli tergugat, bahwa kutu muncul bisa dari jagung, beras dan kayu yang mengandung karbohidrat. Mereka datang karena tertarik sinar lampu neon, termasuk gudang PT JLA yang berpotensi didatangi kutu. Karena itu, fumigasi menjadi kewajiban dan bukan beban yang dilimpahkan ke pihak lain. Sesuai bukti surat, dikembalikannya empat kontainer berisi mebel milik PT JLA dari Long Beach, CA USA yang menjadi salah satu dalil, bukan karena kutu. “Tapi karena ada masalah kualitas finishing barang, dalil kerugian penggugat tidak terbukti,” kata hakim Lasito dalam amar putusannya, Jumat (8/6) kemarin.

Terkait masalah kutu, majelis menilai, Bulog telah melakukan tindakan fumigasi rutin sesuai SOP. Bulog dinyatakan telah memanajemen gudang dan pemberantasan hama rutin dan sesuai SOP. “Pengugat tidak dapat membuktikan dalilnya bahwa tergugat telah melawan hukum. Oleh karena itu, tuntutan penggugat harus ditolak,” sebut majelis. Majelis hakim juga menolak eksepsi tergugat seluruhnya dan membebankan penggugat membayar biaya perkara Rp 3.306.000.

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum PT JLA, Adiah Marhaeni Arintawati dan Ana Wini Astututi mengaku akan menempuh upaya banding. Keduanya kecewa, karena pertimbangan majelis disebutkan, gudang penggugat perlu dilakukan fumigasi. Padahal, tidak perlu dilakukan fumigasi karena jenis barang beda.

“Soal penyebab ditariknya empat kontainer karena kualitas, penggugat terpaksa menarik karena kesalahan finishing. Cuma setelah dilihat memang ada kutu, makanya kami meminta ganti rugi,” kata Adiah Marhaeni.

Ana Wini Astuti menambahkan bahwa fumigasi Bulog tidak dilakukan rutin. Bahkan, pernah tidak dilakukan. Saksi Sari juga pernah mengungkapkan adanya keterlambatan fumigasi sehingga berdampak pada populasi kutu. “Sari dari tim Satgas pernah mengambil sampel dan hasilnya terbukti,” imbuhnya.

Perlu diketahui, gugatan diajukan Direktur PT JLA, Usman Harjanto, perusahaan di Jalan Gunung Kelir Raya nomor 3-9 Karanganyar, Tugu, Semarang, daerah Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) melawan Perum Bulog Divisi Regional Bulog Jateng dan Perum Bulog Subdivre I Semarang. (jks/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -