33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Gugatan PT JLA Ditolak

Nekat Lawan Bulog Berkutu

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Nekad melawan perusahaan plat merah, Perum Bulog Divisi Regional Bulog Jateng dan Perum Bulog Subdivre I Semarang terkait wabah kutu, PT Jati Luhur Agung (JLA), perusahaan eksportir menel, kalah. Pasalnya, gugatan penggugat tidak terbukti bahwa gudang Bulog Semarang menjadi penyebab migrasinya kutu ke gudang.

Dalam putusannya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang dipimpin, Lasito didampingi dua hakim anggota, Muh Zainal dan Suranto, menyatakan sependapat dengan ahli tergugat. Bahwa, kutu sebagaimana yang didalilkan PT JLA muncul dari alam dan sulit dibasmis.

Majelis hakim membenarkan ahli tergugat, bahwa kutu muncul bisa dari jagung, beras dan kayu yang mengandung karbohidrat. Mereka datang karena tertarik sinar lampu neon, termasuk gudang PT JLA yang berpotensi didatangi kutu. Karena itu, fumigasi menjadi kewajiban dan bukan beban yang dilimpahkan ke pihak lain. Sesuai bukti surat, dikembalikannya empat kontainer berisi mebel milik PT JLA dari Long Beach, CA USA yang menjadi salah satu dalil, bukan karena kutu. “Tapi karena ada masalah kualitas finishing barang, dalil kerugian penggugat tidak terbukti,” kata hakim Lasito dalam amar putusannya, Jumat (8/6) kemarin.

Terkait masalah kutu, majelis menilai, Bulog telah melakukan tindakan fumigasi rutin sesuai SOP. Bulog dinyatakan telah memanajemen gudang dan pemberantasan hama rutin dan sesuai SOP. “Pengugat tidak dapat membuktikan dalilnya bahwa tergugat telah melawan hukum. Oleh karena itu, tuntutan penggugat harus ditolak,” sebut majelis. Majelis hakim juga menolak eksepsi tergugat seluruhnya dan membebankan penggugat membayar biaya perkara Rp 3.306.000.

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum PT JLA, Adiah Marhaeni Arintawati dan Ana Wini Astututi mengaku akan menempuh upaya banding. Keduanya kecewa, karena pertimbangan majelis disebutkan, gudang penggugat perlu dilakukan fumigasi. Padahal, tidak perlu dilakukan fumigasi karena jenis barang beda.

“Soal penyebab ditariknya empat kontainer karena kualitas, penggugat terpaksa menarik karena kesalahan finishing. Cuma setelah dilihat memang ada kutu, makanya kami meminta ganti rugi,” kata Adiah Marhaeni.

Ana Wini Astuti menambahkan bahwa fumigasi Bulog tidak dilakukan rutin. Bahkan, pernah tidak dilakukan. Saksi Sari juga pernah mengungkapkan adanya keterlambatan fumigasi sehingga berdampak pada populasi kutu. “Sari dari tim Satgas pernah mengambil sampel dan hasilnya terbukti,” imbuhnya.

Perlu diketahui, gugatan diajukan Direktur PT JLA, Usman Harjanto, perusahaan di Jalan Gunung Kelir Raya nomor 3-9 Karanganyar, Tugu, Semarang, daerah Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) melawan Perum Bulog Divisi Regional Bulog Jateng dan Perum Bulog Subdivre I Semarang. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...