Gandeng Kapten America, Wujudkan MCS Reborn

Lebih Dekat dengan Marketing Communication Society (MCS) Semarang

295
BAGI TAKJIL : Anggota MCS bersama Captain America bagi-bagi takjil gratis di depan Mapolda Jateng, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAGI TAKJIL : Anggota MCS bersama Captain America bagi-bagi takjil gratis di depan Mapolda Jateng, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Para pelaku wisata di Kota Semarang tergabung dalam Marketing Communication Society (MCS) Semarang. Komunitas yang terbentuk pada Juli 2012 ini sempat vakum selama dua tahun. Dengan menggandeng Captain America, komunitas ini mencoba kembali eksis.

ADENNYAR WYCAKSONO

SEMPAT vakum kurang lebih dua tahun terakhir, tidak membuat komunitas yang beranggotakan para public relations dan marketing communication di Semarang ini bubar. Di bulan yang penuh berkah ini, komunitas ini mencoba kembali eksis. Ya, Jumat (8/6) petang, mereka mendeklarasikan diri untuk lahir kembali serta membarikan kontribusi kepada Kota Semarang lewat ajang sosial bagi-bagi takjil.

“Ada sekitar 1.000 menu takjil yang kami bagikan kepada pengendara dan penyapu jalan yang ada di Jalan Pahlawan Semarang. Selain itu, kami juga mengirimkan makanan takjil untuk anak-anak panti asuhan Ikhlasul Amal yang ada di Citarum, Semarang,” kata Puja Praditya, panitia acara MCS Infinty Ramadan.

Pria yang akrab disapa Puja ini mengatakan, jika untuk mengumpulkan dan menghidupkan MCS bukanlah hal yang mudah. Apalagi banyak anggota lama yang sudah pensiun dari insan perhotelan, namun masih punya semangat untuk memajukan Kota Semarang. Berawal dari grup WhatsApp, Puja pun perlahan mengumpulkan public relations, marcom, dan mantan anggota MCS untuk kembali membangun komunitas yang sebelumnya digagas oleh pemerhati wisata Benk Mintosih tersebut.

“Perlahan tapi pasti kami melakukan pendekatan personal, kemudian kami sampaikan jika komunitas ini harus tetap eksis agar bisa memberikan kontribusi bagi Semarang. Akhirnya, sudah mulai terkumpul, bahkan angkatan pertama atau penggagas komunitas ini dulu memberikan dukungan dengan cara turut bergabung dan saat ini sudah ada 58 anggota,” jelasnya.

Event pertama MCS Reborn yang dilakukuan adalah bagi-bagi takjil atas nama pribadi dan membawa nama instansi, dilakukan donasi pengumpulan takjil ataupun uang tunai yang nantinya dibelikan makanan takjil. Dua minggu kurang lebih melakukan donasi, akhirnya terkumpul sekitar 1.000 makanan takjil yang siap dibagikan. Agar acara lebih menarik dan menandai kebangkitan MSC, lanjut Puja, pihaknya menggandeng Komunitas Hocer yang merupakan Komunitas Cosplay di Semarang.

“Komunitas Hocer Alhamdulilllah membantu, ada dua anggota yang turut serta dalam bagi-bagi takjil dengan menggunakan cosplay Captain America,” ucapnya.

Karena unik, ajang bagi-bagi takjil yang dilakukan MCS menjadi pusat perhatian pengendara jalan. Banyak pengendara yang menyempatkan diri untuk berhenti sekadar melihat ataupun berswafoto dengan Captain America.

Salah satu penggagas MCS, Diah Listyorini, menjelaskan, jika pihaknya dan beberapa penggagas lainnya berkomitmen untuk kembali menghidupkan MCS yang sempat mati suri. Rencananya, akan terus dilakukan event dan pembentukan kepengurusan baru, ia mengaku vakumnya MSC lantaran banyak insan perhotelan yang datang dan pergi karena tuntutan kerja. “Tujuan utama dari dibentuknya MCS adalah bersinergi dengan pemerintah kota untuk mempromosikan Semarang, di sini hotel, resto, pekerja media punya andil besar untuk memajukan kotanya bahkan bisa dibilang sebagai brand ambassador,” tambahnya.

Diah menjelaskan, akan ada beberapa upaya lagi untuk kembali menghidupkan MCS sekaligus mengangkat Kota Semarang melalui berbagai kegiatan. Misalnya saja, talk show, seminar dan workshop bagi pelaku usaha.

“Saat ini pemkot menggenjot sektor wisata, jadi bisa dimanfaatkan oleh tim baru yang lebih segar dan solid demi kemajuan Kota Semarang. Jika telah dikenal, tentu yang akan memanen buahnya adalah insan dari MSC ini sendiri,” katanya. (*/aro)