DPRD Kota Semarang Minta OPD Optimalkan Pelayanan

Demi Kenyamanan Pemudik

166
ATASI KEMACETAN : Sejumlah pekerja tengah melakukan pembongkaran median Jalan Siliwangi, Jumat (8/6). Pembongkaran tersebut nantinya untuk jalur kendaraan yang akan ke Jalan Arteri Yos Sudarso melewati jalan layang Kalibanteng, yang diberlakukan saat arus mengalami kepadatan atau kemacetan. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
ATASI KEMACETAN : Sejumlah pekerja tengah melakukan pembongkaran median Jalan Siliwangi, Jumat (8/6). Pembongkaran tersebut nantinya untuk jalur kendaraan yang akan ke Jalan Arteri Yos Sudarso melewati jalan layang Kalibanteng, yang diberlakukan saat arus mengalami kepadatan atau kemacetan. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Memasuki musim mudik Lebaran 2018, Kota Semarang menjadi salah satu kota tersibuk untuk menyambut pemudik. Pasalnya Ibu Kota Jawa Tengah, ini merupakan jalur tengah sebelum pemudik melanjutkan perjalanan ke arah Solo atau selatan, maupun timur untuk arah Purwodadi, dan utara untuk pemudik yang hendak ke Demak, Rembang dan sekitarnya.

Ketua DPRD Kota Semarang, H Supriyadi, S.SOS, MA mengatakan, Pemerintah Kota Semarang telah melakukan persiapan yang matang untuk menyambut pemudik yang datang dari berbagai penjuru. Salah satunya adalah perbaikan infrastruktur dan sarana prasarana yang ada untuk memudahkah pemudik. Termasuk mensiagakan petugas Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk membantu mengatur jalan.

“Sudah dipersiapkan dengan baik, di Semarang ini menjadi titik macet karena ada exit tol dan tol fungsional yang sudah dipakai. Jadi harus ada perencanaan matang terkait rekayasa lalu lintas dan pemasangan rambu,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan, ini menerangkan, sebagai layanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Semarang memiliki call center 112 yang bisa digunakan pemudik untuk mendapatkan informasi. Selain itu, pihaknya meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi demi membantu kelancaran arus mudik, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Pedagangan, Dinas Pekerjaan Umum dan dinas lainnya untuk terus berkoordinasi.

“Misalnya, di posko mudik ya harus dipersiapkan tenaga kesehatannya, kenyamanan bagi pemudik, agar Semarang di mata tamu mendapatkan citra positif dan ramah bagi pendatang,” katanya.

Antisipasi lainnya adalah rekayasa lalu lintas. Saat ini telah dipersiapkan beberapa titik untuk melakukan contraflow. Salah satunya di daerah Kalibanteng. Tujuannya agar memudahkan rekayasa lalu lintas jika terjadi penumpukan kendaraan. Supriyadi juga meminta agar OPD melakukan pemantuan di titik potensi macet. Misalnya di pusat oleh-oleh dan tempat wisata. “Destinasi wisata juga harus dipersiapkan, selain mudik tentu mereka akan berwisata. Jangan hanya kota ini dijadikan kota transit saja,” ujarnya.

Ia mencontohkan, Kawasan Kota Lama Semarang diprediksi akan dipadati wisatawan. Ia meminta untuk sementara perbaikan infastruktur di Kota Lama dihentikan agar tidak menganggu pemudik. Objek wisata andalan lain, yang rawan kemacetan seperti Lawang Sewu, Gereja Blenduk, Kebun Bintang Mangkang, juga harus diantisipasi.

“Di sini juga ada peran dari Satpol PP dan Dinas Perdagangan untuk menertibkan Perda, jangan sampai juru parkir mremo dan mengani tarif parkir yang tidak wajar, belum lagi di pusat oleh-oleh dan kuliner yang biasanya menaikkan harga tidak wajar. Nah ini wewenang Dinas Perdagangan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan,” ujarnya.

Khusus untuk objek wisata milik pemkot seperti Goa Kreo dan Kebun Binatang Mangkag, Lanjut pria yang akrab disapa Lek Di ini, sebelum menyambut libur panjang juga harus  melakukan inovasi dan perbaikan sarana. Tujuannya agar masyarakat tidak bosan disuguhkan dengan pemandanga itu-itu saja setiap tahunnya. “Kebun binatang harus berbenah, misalnya menambah wahana dan ragam faunanya, selain itu infrastruktur dan sarana objek wisata lain juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Supriyadi mengimbau agar OPD turut serta memberikan kontribusi dan berkoordinasi selama musim mudik dan libur Lebaran, demi menciptakan kenyamanan bagi para pelancong. Jika pelancong nyaman dan menikmati, tentu akan memilikikesan positif kenangan tersendiri, sehingga para pelancong ini tidak kapok untuk datang ke Semarang. “Momentum ini juga bisa saja digunakan untuk menggenjot pendapatan daerah, namun sekali lagi tidak boleh ada kenaikan tarif yang tidak sesuai dengan perda,” tandasnya. (den/zal)