Tidur Saat Khutbah Jumat

157

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Pak Ustadz Dr Ahmad Izzuddin MAg yang saya hormati dan dirahmati Allah. Saya ingin bertanya, di desa saya seringkali terjadi ketika sedang melaksanakan salat Jumat, banyak jamaah yang tertidur. Terlebih di bulan puasa ini banyak jamaah yang datang ketika khotib sedang khutbah. Apakah khutbah di atas tetap sah, meskipun pendengarnya banyak yang tertidur? Terima kasih

Saldy di Semarang, 081325755XXX

Waalaikumussalam Warahmatullah Bapak Saldy di Semarang yang saya hormati dan dimuliakan Allah SWT. Bulan puasa adalah bulan yang paling mulia. Dalam satu hadits Rasulullah SAW bersabda, “Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban bulanku, sedangkan Ramadan bulan umatku”. Oleh sebab itu, marilah kita manfaatkan momentum Ramadan ini dengan meningkatkan kualitas ibadah kita, termasuk memperbaiki salat Jumat yang telah menjadi kewajiban bagi seorang muslim.

Perlu diketahui terlebih dahulu, di antara syarat khutbah yang paling esensial adalah khutbah yang harus didengar oleh 40 orang yang dapat mengesahkan pelaksanaan salat Jumat.

Menyikapi hal ini, ulama mempunyai perbedaan pendapat. Satu versi mengatakan bahwa tidur tidak sampai mempengaruhi terhadap sahnya khutbah. Versi yang lain sebagaimana dalam kitab Hasyiah at-Tahrir menjelaskan, bahwa tidur dapat mempengaruhi sahnya khutbah, jika mengurangi dari jumlah 40 ahli Jumat. Untuk lebih berhati-hati, akan lebih baik apabila jamaah datang sebelum dimulainya khutbah dan berusaha sekuat mungkin untuk tidak tertidur ketika sedang dilaksanakan khutbah.

Dan ketika khutbah sedang berlangsung, banyak jamaah yang baru datang kemudian melaksanakan salat sunnah qabliyyah. Untuk ini, saya perlu menekankan kepada para jamaah agar jika menghendaki demikian, hendaknya yang dilakukan adalah salat tahiyyatal masjid atau salat sunah qabliyyah yang digabung dengan tahiyyatal masjid. Itupun harus dilakukan secara singkat dan tidak melebihi dua rakaat, karena mendengarkan khotib menyampaikan khutbah adalah fardlu dari salat jumat. Mengenai niat dan caranya sama seperti melakukan salat sunnah lainnya. Wallahu a’lam. Sekian jawaban dari saya, semoga ada manfaatnya dan barokah. Amiin. (*)