Perusahaan Tak Patuh Iuran BPJS Serahkan ke Kejaksaan

295
EVALUASI : Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang, Yosef Rizal menyerahkan SKK kepada Kajari Demak Khairul Anwar SH dalam monitoring  dan evaluasi kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
EVALUASI : Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang, Yosef Rizal menyerahkan SKK kepada Kajari Demak Khairul Anwar SH dalam monitoring  dan evaluasi kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Semarang Majapahit bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak melakukan monitoring serta evaluasi terkait pelaksanaan BPJS, utamanya di lingkungan perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Demak.

Dalam evaluasi ini juga diserahkan surat kuasa khusus (SKK) dari BPJS ke Kejari Demak. Setidaknya ada 9 SKK. Dari SKK yang diserahkan pihak BPJS ke kejaksaan itu, terdapat 7 perusahaan yang telah dinyatakan patuh. Sedangkan, sisanya masih dalam pemanggilan tahap pertama. Berdasarkan data yang ada, penerimaan yang diperoleh BPJS sejauh ini mencapai Rp 205.804.722.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit, Yosef Rizal mengatakan, sebetulnya ada 45 perusahaan dengan nominal penerimaan sebesar Rp 182.413.082. Menurutnya, perusahaan yang dilimpahkan ke kejaksaan tersebut, 44 diantaranya adalah perusahaan yang menunggak iuran (PMI). Sedangkan, satu perusahaan masih masuk dalam kategori perusahaan daftar sebagian program (PDS program).

“Karena itu, yang mematuhi aturan, akan dipanggil lagi oleh kejaksaan. Karenanya, kejaksaan kita berikan SKK tersebut untuk menindaklanjuti tunggakan itu,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan aturan yang ada, jika perusahaan ada yang tidak patuh iuran, maka  bisa diberikan sanksi, termasuk pencabutan izin. Dia menambahkan, dengan adanya BPJS ketenagakerjaan, maka tenaga kerja akan tercover kebutuhannya. Yaitu, baik terkait dengan jaminan kecelakaan kerja, kematian, jaminan hari tua dan pensiunan. Hadir dalam acara itu, Kajari Demak Khairul Anwar SH dan Kasidatun Hafidz Muhyidin. (hib-sct/zal)