Makanan Kedaluarsa Masih Beredar

42
SIDAK: Sejumlah petugas memeriksa makanan saat melakukan operasi non yustisi tahun 2018, terhadap makanan dan minuman kedaluarsa, (7/6). (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Sejumlah petugas memeriksa makanan saat melakukan operasi non yustisi tahun 2018, terhadap makanan dan minuman kedaluarsa, (7/6). (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Satpol PP Kota Salatiga terus melakukan operasi penertiban makanan kedaluarsa di beberapa titik. Dalam operasi selama dua hari, tim Satpol kembali menemukan makanan dan minuman kedaluarsa.

Kendati demikian, dibandingkan ramadan tahun sebelumnya, temuan makanan dan minuman kadaluarsa menurun. Hal tersebut disampaikan oleh Andi P, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Salatiga usai melakukan operasi non yustisi tahun 2018 (7/6).

“Selama dua hari, tim melakukan operasi makanan dan minuman kedaluarsa dan kita menyisir Pasar Blauran dan Pasar Raya II, tim hanya 2 kantong plastik makanan kedaluarsa berupa mi instan, luwak coffee, bumbu instan dan roti. Sedang hari ini kita operasi di toko modern, dan sama hanya beberapa makanan yang kita temukan. Temuan tim hari ini adalah roti dan selai,” terang Andi P.

Sementara itu pihak toko modern merasa senang jika ada tim yang melakukan operasi karena membantu mengontrol pihak toko. Misalnya diungkapkan Yakobus Indrianto selaku Store Manajer Ramayana yang menerangkan jika pihaknya rutin melakukan penyisiran tanggal
kedaluarsa setiap hari.

“Dengan adanya pantauan tentu akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pihak mal. Selain melakukan kontrol rutin kita juga menerima dan melaksanakan instruksi dari Dinas Perdagangan dan Badan POM jika ada kebijakan terbaru. Misalnya saja kemarin ada kebijakan tentang sarden, maka pihak kami langsung menindaklanjutinya,” ungkap Yakobus.

Disinggung kenaikan harga sembako, Yakobus mengaku belum ada lonjakan harga meski permintaan meningkat. Menurutnya harga kue kering yang mengalami peningkatan harga sekitar 10 persen.

Ka Satpol PP Yayat Nur Hayat mengaku senang karena para pedagang dan pemilik toko modern memiliki kesadaran dalam menjual dagangannya. “Kegiatan operasi semacam ini sangat penting sebagai upaya melindungi masayarakat dari bahaya mengonsumsi makanan dan minuman kedaluarsa. selain itu juga menumbuhkan kesadaran para pedagang untuk memperhatikan barang yang dijual,” jelas Yayat. (sas)

Silakan beri komentar.