Mahasiswa UM Magelang Tolak Terorisme Radikalisme

234
TOLAK RADIKALISME : Talkshow yang diadakan BEM UMMagelang di aula Fikes kampus 2 Rabu (6/6) kemarin sekaligus deklarasi menolak terorisme dan radikalisme. (IST)
TOLAK RADIKALISME : Talkshow yang diadakan BEM UMMagelang di aula Fikes kampus 2 Rabu (6/6) kemarin sekaligus deklarasi menolak terorisme dan radikalisme. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Terorisme berasal dari paham radikalisme yang berkembang di masyarakat. Terorisme bukan hanya musuh dari TNI, Polri saja, namun merupakan musuh bersama.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, saat berbicara pada acara talkshow “Radikalisme, Terorisme, dan Deklarasi Antiterorisme Universitas Muhammadiyah Magelang” yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMMagelang di aula Fikes, kampus 2 Rabu sore (6/6).

“Perlu adanya langkah cerdas yang lebih humanis dari semua pihak untuk memerangi terorisme dari hulu sampai ke hilir. Karena terorisme bersumber dari paham radikal yang menyusup di lingkungan kita, termasuk lingkungan kampus. Untuk itu kami mengajak semua mahasiswa menjadi pioner untuk memerangi radikalisme di masyarakat,” tegas Hari Purnomo.

Di hadapan 40 peserta yang terdiri dari aktivis BEM di Kota dan Kabupaten Magelang, Hari menjelaskan tentang tugas aparat keamanan negara. Yakni upaya preventif melalui undang-undang terorisme yang baru, dan tim khusus antiterorisme, seperti Densus 88 serta Babinsa.

Ia juga mengimbau kepada para mahasiswa untuk lebih kritis terhadap diskusi keagamaan di lingkungan mahasiswa yang bisa saja mendoktrinkan paham radikal pada diri mahasiswa. Sebagai pemuda yang sedang mencari jati diri, kata Hari, mahasiswa adalah sasaran empuk para teroris.

Pada kesempatan tersebut mahasiswa UMMagelang mendeklarasikan antiterorisme. Mahasiswa menolak tegas segala bentuk terorisme dan radikalisme.

Deklarasi dibacakan Presiden Mahasiswa (Presma) UMMagelang, Gusti Givan Putra Pratama. Kemudian ditandatangani rektor, kapolres, Presma dan sekretaris BEM UMMagelang disaksikan dandim Kodim dan perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Magelang yang hadir pada acara tersebut, serta para aktivis BEM Magelang.

Rektor UMMagelang Ir Eko Muh Widodo, MT, berpesan kepada mahasiswa agar bisa membatasi diri dari media sosial yang dapat mengantar pada terorisme. “Kita harus pintar, jangan sampai mudah di-brainwash oleh arus informasi yang masuk ke smartphone kita. Apalagi jika informasi tersebut berunsur radikalisme,” kata Eko. (vie/sct/lis)