Komisi C Minta Tol Fungsional Dilengkapi Rambu

125

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Komisi C DPRD Kendal meminta pengelola Tol Semarang-Batang memasang pembatas jalan sebelum tol difungsikan sebagai jalur fungsional arus mudik Lebaran 2018. Jika tidak maka akan membahayakan para pemudik dan rawan terjadi kecelakaan.

“Pengelola tol perlu memasang rambu atau tanda agar jangan ditrabas. Terutama disisi kanan dan kiri badan jalan yang berbatasan langsung dengan tebing dan rumah warga,” kata Ketua Komisi C DPRD Kendal, Nashri.

Sebab, kondisi jalan yang belum jadi masih dipenuhi debu yang berasal dari tanah urugan. Debu tersebut jelas akan menghalangi pandangan pengemudi. Kondisi tersebut sangat rawan terjadi kecelakaan.  “Makanya perlu dipasang rambu dan pembatas jalan, sehingga bisa mengurangi risiko kecelakaan,” terangnya saat meninjau tol, kemarin.

Pihaknya juga meminta pengelola jalan tol memasang rambu-rambu dan lampu jalan. Pasalnya kondisi jalan masih tampak darurat. Tidak hanya butuh pos pengamanan saja, tapi rambu dan penanda jalan agar bisa nyaman.

“Rambu-rambu informasi batas maksimal kecepatan, dilarang melintas, dan rambu tanjakan, turunan, rambu belokan, jembatan dan sebagainya. Perlu juga lampu penerang jalan. Jika tidak maka bisa menyesatkan pemudik,” tandasnya.

Sebab dari pantauan yang dilakukannya, sepanjang tol fungsional rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerang jalan belum memadai. Terutama pada titik-titik rawan harus dipasang rambu dan lampu jalan. “Selain itu juga perlu ada petugas keamanan yang standby setiap waktu,” paparnya.

Satlantas Polres Kendal, lanjut Nashri, perlu melakukan patroli di sepanjang tol fungsional untuk mengantisipasi segala bentuk kejahatan. Utamanya malam hari, sebab, kondisi tol masih minim lampu penerangan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kendal, Wiwid Andariyono, mengatakan, pihaknya telah meminta PT Waskita Karya untuk memasang rambu dan lampu jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiyono, mengimbau, pemudik yang melintas tol agar berhati-hati. Sebab, kondisi jalan belum sepenuhnya baik dan nyaman dilalui. “Beberapa titik masih terdapat beton yang berbeda ketinggian. Jadi ada turunan dan tanjakan mendadak,” kata Sugiyono.

Ia menambahkan, pihaknya juga mempersiapkan sejumlah jalur alternatif bagi pemudik yang melintas di pantura. Jalan alternatif itu antara lain Weleri-Sukorejo-Temanggung bagi pemudik tujuan selatan. Selain itu Weleri-Gemuh-Pegandon-Kendal-Kaliwungu-Boja dan bisa ke Kota Semarang atau Kabupaten Semarang. “Beberapa jalan rusak sudah kami perbaiki,”’ ungkapnya. (bud/zal)