Karaoke Ilegal Digeruduk Warga

241
TAK BERKUTIK: Salah satu penghuni di rumah kos-kosan yang diduga digunakan sebagai tempat karaoke dimintai keterangan oleh warga. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
TAK BERKUTIK: Salah satu penghuni di rumah kos-kosan yang diduga digunakan sebagai tempat karaoke dimintai keterangan oleh warga. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN – Razia di bulan suci ini tidak hanya dilakukan aparat keamanan, tetapi oleh warga. Diduga untuk tempat mesum, sebuah tempat karaoke di Desa Gubug, Kecamatan Gubug, digeruduk ratusan warga. Mereka berasal dari berbagai organisasi masyarakat.

Warga ingin karaoke ilegal tersebut ditutup. Warga bertindak karena langkah persuasif yang dilakukan sebelumnya tidak digubris. Pengelola karaoke masih saja nekat buka saat Ramadan.

Saat digerebek, ada tiga pemandu karaoke yang ditenggarai melayani tamu. Bahkan, ada nota pembayaran penjualan minuman keras.

Usai di tempat kafe karaoke, ratusan warga melakukan razia di kos-kosan yang lokasinya di depan karaoke tersebut. Saat diperiksa ada satu pasangan yang diduga tidak resmi di dalam kamar.

Pengelola kafe karaoke dan penghuni kos-kosan tanpa hubungan tersebut dibawa ke kantor Balai Desa Gubug didata dan diproses. Oleh aparat keamanan, mereka diberikan pembinaan. Pengelola kafe karaoke juga diminta tidak membuka kafe karaoke lagi karena tidak memiliki izin operasi.

”Kegeraman warga ini karena beberapa kali melakukan aksi damai. Pendekatan sebagai upaya persuasif untuk menutup kafe karaoke. Tetapi masih nekat buka,” kata Sekcam Gubug Kuspriati.

Dikatakan, aksi itu dilakukan secara damai dengan tujuan menutup kafe karaoke yang tidak berizin. Apalagi di sisi timur ada papan Desa Gubug Desa Layak Anak. ”Artinya memang kami ramah perkembangan masa depan anak jangan sampai dipertaruhkan,” terangnya.

Kuspriyati menambahkan, pengelola kafe hanya sewa di lahan warga desa setempat. Sebelum aksi mereka diminta mengurus izin tetapi belum dilakukan. Namun, warga Desa Gubug tidak mengizinkan ada kafe karaoke. ”Pemkab Grobogan sepakat tidak menambah spot atau area karaoke yang sudah ada,” tandasnya. (mun/ris)