33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Instruktur LPK Cantique Wakili Jateng di Tingkat Nasional

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Andriyani Alimatiyah Khasanah atau biasa disapa Yeyen instruktur tata rias pengantin di LPK Cantique Limpung maju mewakili Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ke ajang bergengsi Lomba Instruktur Tata Rias Pengantin dalam GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi tahun 2018 yang akan berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat.

Yeyen mewakili Jateng dengan membawa segudang prestasi mengkilap diantaranya Juara II Tata Rias Pengantin Jogja Putri dan Juara III Tata Rias Pengantin Jogja Paes Ageng Tingkat Jateng. Prestasi ditingkat Kabupaten sudah tidak terhitung lagi karena Yeyen rajin mengikuti lomba dan hampir semuanya menggondol juara pertama.

Bertempat di LPK Cantique yang beralamat di Jalan Raya Limpung Tersono Yeyen menjadi instruktur senior yang mahir dan telaten menularkan ilmu kepada peserta pelatihan . Nama Yeyen tidak asing lagi sebagai Perias Pengantin handal sampai ke luar daerah. Pelanggannya mulai dari Tegal sampai Semarang memanfaatkan jasanya. Hal ini karena seringnya Yeyen menjuarai lomba sehingga namanya dikenal luas.

Saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang Yeyen bercerita tentang filosofinya yang teguh mempertahankanPakem atau aturan dasar. Hal ini yang menjadikan Yeyen punya trade mark tersendiri.“Saya berguru pada banyak maestro rias,” ungkapnya.

Seperti disebutkan, ada Ratna Hidayati yang sudah kondang di luar Negeri untuk sanggul dan tata rias. Untuk make up berguru pada Yohannes Soelarso dari Surabaya, juga Ibu Iwul dari Semarang.

Dirinya ngotot mempertahankan Pakem karena saat ini banyak perias yang meninggalkan sehingga nilai kesakralan dan budaya aslinya berkurang.  Pelengkap sanggul digunakan, juga bahan tradisional, seperti irisan daun pandan yang dibungkus kain soft tule agar tidak rontok saat dipasang. “Daun pandan selain harum juga mudah untuk dipasangi aksesoris. Metode pemasangan harnet saya lakukan dari bawah karena lebih efisien,” kata Yeyen.

Yeyen yang terjun ke dunia Tata Rias tahun 2014 setelah menyelesaikan studinya di UNDIP. Keahliannya ini diwarisi dari ibu kandungnay sendiri yaitu Ibu Anik yang juga seorang perias pengantin handal. Yeyen berharap di Pontianak nati bisa memperoleh prestasi dan mengharumkan nama Jateng pada umumnya dan Kabupaten batang pada khususnya. (han/sct/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Pemkot Support Kreativitas Seniman Tari

MUNCULNYA kreasi atau inovasi jenis-jenis tari yang membawa label Semarangan mendapat tanggapan beragam. Satu sisi, kreativitas tidak boleh mati agar seni tradisi dan budaya...

Grogi, Persibat Tertahan di Kandang 

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia 2018, Persibat Batang ditahan imbang tamunya dari tanah rencong, Aceh United 1-1. Bermain di hadapan publik...

Tepergok Nyetrum Ikan, Lari Tinggalkan Motor

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA – Polsek Rembang Polres Purbalingga mengamankan lima unit sepeda motor berbagai merek yang ditinggal pemiliknya di pinggir kebun wilayah Desa Karangbawang, Kecamatan...

Kantor Tergenang Tak Surutkan Pelayanan

SEMARANG - Permasalahan banjir dan rob di wilayah timur Semarang belum terselesaikan. Beberapa jam diguyur hujan sejumlah titik jalan dan permukiman terendam. Seperti Jalan...

Settingan Komputer, Tak Sembarangan Pilih Bengkel

RADARSEMARANG.COM - Penggemar motor gede (moge) di Semarang, Jovan Essa memang sudah melirik Triumph Bonneville Bobber untuk menjadi salah satu koleksinya. Bentuknya yang mirip...

Ganjar Terima Penghargaan HAM dari Jokowi

SURAKARTA–Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI menganugerahkan penghargaan kepada Provinsi Jateng sebagai Provinsi Peduli HAM 2017. Penghargaan untuk Jateng terasa spesial karena...