Instruktur LPK Cantique Wakili Jateng di Tingkat Nasional

238
MELATIH: Andriyani Alimatiyah Khasanah alias Yeyen (jilbab biru depan), yang terjun ke Tata Rias Pengantin sedang memperagakan cara memasang sanggul kepada peserta pelatihan di LPK Cantique Limpung. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELATIH: Andriyani Alimatiyah Khasanah alias Yeyen (jilbab biru depan), yang terjun ke Tata Rias Pengantin sedang memperagakan cara memasang sanggul kepada peserta pelatihan di LPK Cantique Limpung. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Andriyani Alimatiyah Khasanah atau biasa disapa Yeyen instruktur tata rias pengantin di LPK Cantique Limpung maju mewakili Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ke ajang bergengsi Lomba Instruktur Tata Rias Pengantin dalam GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi tahun 2018 yang akan berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat.

Yeyen mewakili Jateng dengan membawa segudang prestasi mengkilap diantaranya Juara II Tata Rias Pengantin Jogja Putri dan Juara III Tata Rias Pengantin Jogja Paes Ageng Tingkat Jateng. Prestasi ditingkat Kabupaten sudah tidak terhitung lagi karena Yeyen rajin mengikuti lomba dan hampir semuanya menggondol juara pertama.

Bertempat di LPK Cantique yang beralamat di Jalan Raya Limpung Tersono Yeyen menjadi instruktur senior yang mahir dan telaten menularkan ilmu kepada peserta pelatihan . Nama Yeyen tidak asing lagi sebagai Perias Pengantin handal sampai ke luar daerah. Pelanggannya mulai dari Tegal sampai Semarang memanfaatkan jasanya. Hal ini karena seringnya Yeyen menjuarai lomba sehingga namanya dikenal luas.

Saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang Yeyen bercerita tentang filosofinya yang teguh mempertahankanPakem atau aturan dasar. Hal ini yang menjadikan Yeyen punya trade mark tersendiri.“Saya berguru pada banyak maestro rias,” ungkapnya.

Seperti disebutkan, ada Ratna Hidayati yang sudah kondang di luar Negeri untuk sanggul dan tata rias. Untuk make up berguru pada Yohannes Soelarso dari Surabaya, juga Ibu Iwul dari Semarang.

Dirinya ngotot mempertahankan Pakem karena saat ini banyak perias yang meninggalkan sehingga nilai kesakralan dan budaya aslinya berkurang.  Pelengkap sanggul digunakan, juga bahan tradisional, seperti irisan daun pandan yang dibungkus kain soft tule agar tidak rontok saat dipasang. “Daun pandan selain harum juga mudah untuk dipasangi aksesoris. Metode pemasangan harnet saya lakukan dari bawah karena lebih efisien,” kata Yeyen.

Yeyen yang terjun ke dunia Tata Rias tahun 2014 setelah menyelesaikan studinya di UNDIP. Keahliannya ini diwarisi dari ibu kandungnay sendiri yaitu Ibu Anik yang juga seorang perias pengantin handal. Yeyen berharap di Pontianak nati bisa memperoleh prestasi dan mengharumkan nama Jateng pada umumnya dan Kabupaten batang pada khususnya. (han/sct/bas)