Bulan Madu Tunggu Selesai Hukuman 2 Tahun

Ketika Napi Kasus Perampokan Menikah di Lapas Kedungpane

429
MENIKAH DI LAPAS: Jumain dan Ananda Arisa berfoto bersama petugas Lapas Kedungpane usai akad nikah. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENIKAH DI LAPAS: Jumain dan Ananda Arisa berfoto bersama petugas Lapas Kedungpane usai akad nikah. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Pernikahan adalah momen sakral yang selalu dikenang. Tapi, bagaimana jika momen pernikahan itu digelar di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas)? Setidaknya itu yang dialami pasangan Jumain dan Ananda Arisa.

JOKO SUSANTO

SUASANA bahagia bercampur haru dan sedih tampak dalam prosesi akad nikah warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus perampokan, Jumain. Ia mengucap janji pernikahan dengan gadis pujaannya, Ananda Arisa, di aula kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kedungpane Semarang. Akad nikah yang digelar sekitar pukul 09.00 itu dengan penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngaliyan, Semarang, M Basya.

Saat ijab, Jumain tampak gagah dengan mengenakan setelan jas hitam dan peci coklat, lengkap dengan dasi. Pun dengan Ananda juga tampil rapi dengan kebaya putih lengkap dengan mahkota. Senyum Jumain mengembang singkat saat bertatap muka dengan calon istrinya. Keduanya duduk berhadapan dengan penghulu dari KUA Ngaliyan.

Akad nikah berlangsung lancar dengan mas kawin seperangkat alat salat dan perhiasan emas. Jumain secara lantang mengucapkan sumpah setianya di depan M Basya. Pernikahan itu disaksikan puluhan orang dari pihak kedua mempelai dan petugas lapas. Usai proses akad nikah, Ananda tampak berurai air mata.

Ya Alhamdulillah sangat senang. Bahagia rasanya karena mendapat izin menikah di lapas dari Pak Dadi (Kalapas),” kata Jumain.

Rupanya Ananda yang sudah jatuh hati, tidak mempermasalahkan status calon suaminya, Jumain, sebagai terpidana kasus perampokan. Padahal untuk bisa serumah dengan Jumain, setidaknya Ananda harus menunggu selesainya hukuman selama 2 tahun. Pernikahan keduanya ini bisa dihelat, setelah mendapatkan persetujuan dari Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadi.

Kepala Seksi Bimkemas Lapas Semarang, Ari Tris Ochtia Sari, mengatakan, pernikahan di Lapas adalah hak setiap WBP selama di lapas. Prosesi dapat terlaksana, apabila lengkap syarat substantif dan administrasinya. Ia menjelaskan, persyaratan yang harus dilengkapi meliputi surat permohonan dan jaminan keluarga, surat keterangan kehendak nikah dari kelurahan setempat dan dari KUA.

“Acara pernikahan dilaksanakan dengan persetujuan kalapas, berdasarkan hasil keputusan Kalapas Semarang atas permohonan pernikahan dari keluarga mempelai,” kata wanita yang akrab disapa Okta ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (7/6). (*/aro)