Balon Udara akan Diterbangkan Pagi Hari

126
DUKUNG FESTIVAL : Sekretaris AirNav Indonesia Didiet KS Radityo didampingi General Manager AirNav DIJ Nono S saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Jogja, Kamis (7/6). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
DUKUNG FESTIVAL : Sekretaris AirNav Indonesia Didiet KS Radityo didampingi General Manager AirNav DIJ Nono S saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Jogja, Kamis (7/6). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, SLEMAN – Festival balon udara yang menjadi tradisi tahunan saat Lebaran di Kabupaten Wonosobo akan mendapat perhatian khusus dari Kementerian Perhubungan dan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia. Pasalnya selama ini, balon udara yang dilepaskan secara bebas ke udara ditengarai mengganggu penerbangan pesawat.

Sekretaris AirNav Indonesia Didiet KS Radityo didampingi General Manager AirNav DIJ Nono S menjelaskan, balon yang selama ini diterbangkan ukurannya cukup besar yakni berdiameter sekitar 6-7 meter. Dan sebagian dibakar dengan kompor yang ikut terbang. Kondisi ini yang berpotensi membahayakan penerbangan pesawat.

“Tidak ada maksud melarang festival balon udara, namun memang harus dengan aturan-aturan. Menerbangkan balon tanpa izin akan ada sanksi 2 tahun penjara,” jelas Didiet saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Jogja, Kamis (7/6). Turut serta dalam kunjungan ini General Manager Jawa Pos Radar Semarang Iskandar.

Didiet menjelaskan, langkah yang diambil AirNav untuk tetap menyelamatkan dan mempertahankan tradisi tersebut adalah dengan memfasilitasi pelaksanaannya serta mengatur sesuai ketentuan. Festival balon udara akan digelar di Wonosobo pada 19 Juni mendatang dan di Pekalongan pada 22-23 Juni mendatang.

“Balon dapat diterbangkan dalam waktu tertentu dan tidak boleh dilepas atau ditambatkan. Waktunya nanti pagi sekitar pukul 05.30 sampai 08.30, karena kalau sudah siang kemungkinan gagal lebih besar,” papar Didiet.

Nono S menambahkan, masing-masing balon akan ditambatkan di daratan dengan tiga tali. “Kalau tidak ditambatkan, bisa terbang sampai 29.000 feet, apalagi dengan gas. Sebelumnya, telah dilakukan uji coba dengan balon berdiameter 7 meter. Hingga hari ini, terindikasi 300-400 balon yang akan diterbangkan di Wonosobo dan Pekalongan,” ungkap Nono.

Selain festival balon udara, acara tersebut akan dimeriahkan pula dengan festival kuliner daerah, bazar UMKM, orkes melayu, dan bakti sosial. Sebanyak 4.000 sembako senilai Rp 200 ribu, menurut Nono, akan dibagikan kepada masyarakat dengan dijual senilai Rp 25 ribu. Jika masyarakat antusias dan tidak ada pelepasan balon liar serta festival berjalan efektif, maka kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan AirNav. (had/ton)