58 Persen Lulusan SMK Jateng Sudah Bekerja

271
WISUDA SISWA : Sekda Jateng Sri Puryono saat mewisuda 236 siswa SMKN Jawa Tengah di lapangan sekolah setempat, kemarin. (NUR CHAMIM / JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISUDA SISWA : Sekda Jateng Sri Puryono saat mewisuda 236 siswa SMKN Jawa Tengah di lapangan sekolah setempat, kemarin. (NUR CHAMIM / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sebanyak 236 siswa SMK Boarding School Negeri Jawa Tengah mengikuti Prasetya Alumni yang dipimpin Sekertaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono di lapangan sekolah tersebut, Jalan Brotojoyo nomor 1, Kamis (7/6). Ke-236 siswa tersebut terdiri atas 118 siswa dari kampus SMKN Jateng Semarang, 48 siswa dari kampus SMKN Jateng Pati, dan 70 siswa dari kampus SMKN Jateng Purbalingga.

Sekda Jateng, Sri Puryono mengatakan bahwa keberadaan SMK Negeri Jateng ini merupakan salah satu upaya pemerintah Jawa Tengah untuk mengurangi kemiskinan. Sebab, siswa-siswi yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut merupakan anak-anak dengan kondisi ekonomi kurang mampu, namun berprestasi.

“Perlu dicatat dari tiga SMK Jateng itu lulus 100 persen. Kami juga melihat tadi beberapa anak yang dapat nilai 100, itu luar biasa dan mereka sangat bangga bersekolah di SMK Jateng ini,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Yang membanggakan lagi, sambungnya, siswa yang meraih nilai 100 itu sejumlah 6 siswa dengan rincian dua siswa meraih nilai 100 mata pelajaran Bahasa Indonesia dan empat siswa meraih nilai 100 mata pelajaran Matematika.

”Dua siswa peraih nilai 100 mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah Esti Istiana Wardani (SMK Negeri Jawa Tengah Semarang) dan Yuni Purwatiningsih (SMK Negeri Jawa Tengah Pati), sedangkan 4 siswa peraih nilai 100 mata pelajaran Matematika adalah Muhammad Choirul Afrizal, Khofifah Dian Pratama dan Aslima Rose ketiganya dari SMK Negeri Jawa Tengah Pati serta Anggih Pramono dari SMK Negeri 3 Purbalingga,” imbuhnya.

Selain itu, Sri membeberkan keterserapan alumni SMK Negeri Jateng angkatan II pun sangat baik di dunia industri dan pendidikan tinggi. Rinciannya adalah 60 persen sudah bekerja di dunia industri dan 4 persen melanjutkan pendidikan tinggi.

Sedangkan, 19 persen lainnya masih proses seleksi industri dan 17 persen proses seleksi pendidikan tinggi. Adapun siswa yang proses wirausaha dan mendaftar di TNI terdapat 1 persen. “Ada juga yang memilih wirausaha dan mandaftar TNI. Dari data ini meningkat 20 persen jika dibandingkan dengan angkatan I pada tahun 2017 yang baru mampu terserap di dunia industri sebanyak 40 persen,” imbuhnya.

Sri menambahkan, meskipun baru berdiri 4 tahun berbagai prestasi telah diraih SMK Negeri Jateng di berbagai bidang dan berbagai tingkatan dari tingkat regional sampai nasional. Total, tidak kurang dari 350 prestasi telah diraih SMK Negeri Jateng, baik kampus Semarang, Pati maupun Purbalingga.

“Karena kami tahu betul, ini merupakan salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan dengan meningkatkan pendidikan. Harapannya setelah mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa membawa dan mengajak yang lain untuk bergabung kesini,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Gatot B Hastowo menambahkan, sebanyak 236 tersebut 141 siswa di antaranya bahkan sudah bekerja dan 9 siswa lainnya telah diterima di perguruan tinggi dengan beasiswa Bidikmisi. Sementara 44 siswa masih dalam proses mendaftar kerja dan 40 lainnya mendaftar perguruan tinggi.

Bahkan, sambung Gatot, alumni angkatan pertama SMK Negeri Jateng saat ini telah banyak yang bekerja di berbagai industri besar baik di dalam maupun luar negeri. “Yang membanggakan, ada lulusan kita yang diterima di TNI/POLRI dengan tanpa biaya. 1 alumni menjadi Polwan dan sekarang ditugaskan di Mabes Polri, 1 alumni menjadi TNI yang saat ini sedang pendidikan di Bandung,” tandasnya.

Perlu diketahui, saat ini, SMK Negeri Jawa Tengah berdiri di tiga lokasi sekolah di antaranya SMK Negeri Jawa Tengah Semarang dengan bidang keahlian Teknik Konstruksi Batu dan Beton, Teknik Mekatronika, Teknik Otomasi Industri, Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan.

Kemudian SMK Negeri Jawa Tengah Pati dengan bidang keahlian Teknik Pengolahan Hasil Pertanian, Teknik Perbaikan Body Otomotif. Ketiga adalah SMK Negeri Jawa Tengah Purbalingga dengan bidang keahlian Teknik Pengelasan.

Sedangkan Kepala SMK Negeri Jawa Tengah, Yudi Wibowo mengatakan, proses pendidikan menekankan pada pendidikan karakter dan pemberian berbagai keterampilan sebagai bekal untuk menghadapi persaingan di dunia kerja.

“Kami bersyukur, semua user SMK Negeri Jawa Tengah, telah memberikan apresiasi yang bagus mengenai hasil pendidikan kharakter yang ditanamkan di sekolah, baik dari segi hard skills maupun soft skills,” katanya.

Selain itu, siswa SMK Negeri Jawa Tengah telah meraih prestasi di berbagai bidang dan tingkatan baik regional maupun nasional. Total kurang lebih 350 prestasi yang telah diraih, baik kampus Semarang, Pati dan Purbalingga selama 4 tahun berdiri. “Sedangkan siswa terbaik masing-masing sekolah adalah David Sahid Khoirul Amin dari SMK Negeri Jawa Tengah Semarang, Rizki Indra Pradana dari SMK Negeri Jawa Tengah Pati dan Kurnia Aziz dari SMK Negeri 3 Purbalingga,” paparnya.

Wisudawan terbaik tingkat kompetensi keahlian adalah Raden Roro Susanti Septi K dari kompetensi keahlian Teknik Konstruksi Batu dan Beton SMK Negeri Jawa Tengah Semarang, Arinda Rahmayani dari kompetensi keahlian Teknik Mekatronika SMK N Negeri Jawa Tengah Semarang, Sri Wahyudi dari kompetensi keahlian Teknik Otomasi Industri SMK Negeri Jawa Tengah Semarang.

David Sahid Khoirul Amin dari kompetensi keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri Jawa Tengah Semarang, Ahmad Marzuki dari kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri Jawa Tengah Semarang, Muhammad Choirul Afrizal dari kompetensi keahlian Teknik Pengolahan Hasil Pertanian SMK Negeri Jawa Tengah Pati, Rizki  Indra Pradana dari kompetensi keahlian Teknik Perbaikan Bodi Otomotif SMK Negeri Jawa Tengah Pati dan Zaky Syarifudin dari kompetensi keahlian Teknik Pengelasan SMK Negeri 3 Purbalingga. (tsa/hid/ida/kom)