Wali Kota Hendi Pastikan Bandara Baru Semarang Siap Untuk Pemudik

238
JADI IKON : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memantau Bandara baru Ahmad Yani. Bandara tersebut akan menjadi ikon Kota Semarang. (Humas Pemkot Semarang)
JADI IKON : Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memantau Bandara baru Ahmad Yani. Bandara tersebut akan menjadi ikon Kota Semarang. (Humas Pemkot Semarang()

RADARSEMARANG.COM – WALI Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama jajaran muspida, Rabu (6/6) kemarin, melakukan pantauan untuk memastikan kesiapan Kota Semarang dalam menerima arus mudik 2018. Salah satu titik pantauannya adalah Bandara baru Ahmad Yani Semarang yang beroperasi untuk pertama kalinya.

Hendi-sapaan akrab wali kota- mengatakan, melihat bentuk dan letaknya yang terapung di atas air laut Tanjung Emas, menjadikan Ahmad Yani sebagai bandara terunik di Indonesia. “Ya senang, meskipun bukan terbesar di Indonesia, tapi ini bandara terunik di Indonesia. Karena posisi bangunannya di atas air, sehingga kelihatan terapung. Lebih keren dari yang lainnya. Daya tampungnya juga besar,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan, ini mengatakan jika Bandara Ahmad Yani baru akan menjadi ikon kebanggaan baru di Kota Semarang. Bandara akan diresmikan Presiden Joko Widodo, hari ini, Kamis (7/6).

Dalam kunjungannya, Hendi disambut langsung oleh Dirut PT Angkasa Pura I, Faiq Fahmi. “Sudah siap. Bagian dalamnya sudah beres. Tinggal bagian luarnya untuk ngatur kondisi alur dan lalu lintas besok,” terang Faiq.

Dalam kesempatan tersebut Hendi juga meninjau kesiapan jalan tol Jrakah – Ngaliyan. Dalam pantauannya, Hendi memutuskan untuk tidak memfungsikan Exit Tol Ngaliyan karena dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan parah. “Jadi untuk exit Tol Ngaliya kita tutup, bagi yang ingin ke Kota Semarang kita arahkan melalui exit Tol Gayamsari,” jelas Hendi.

Selain itu, Hendi juga meresmikan patung Founding Father Republik Indonesia, Bung Karno di Taman Kalibanteng. Peresmian tepat memeringati hari lahir sang plokamator, 6 Juni. Sosok proklamator bangsa itu diabadikan dalam sebuah monumen setinggi 6,5 meter. (*/zal)