UP4 Kendal Jadi Percontohan

85
STUDI BANDING: Diskominfo Kota Pekalongan belajar UP4 ke Kantor Media Center Diskominfo Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
STUDI BANDING: Diskominfo Kota Pekalongan belajar UP4 ke Kantor Media Center Diskominfo Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan melakukan studi banding ke Diskominfo Kendal. Yakni atas pengelolaan pengaduan masyarakat di Kantor Unit Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (UP4) Pemkab Kendal. Mereka ingin mengetahui proses pengelolaan pengaduan hingga sampai aduan tersebut ditanggapi dan ditangani oleh Bupati ataupun Kepala OPD di Kendal.

Kepala Diskominfo Kota Pekalongan Sri Budi Santoso bersama para stafnya melihat langsung sistem pengelolaan informasi di UP4 Pemkab Kendal yang berada di Kantor Media Center. “Studi Banding ini akan coba kami terapkan di Pemkab Pekalongan, karena sampai saat ini kami masih menginput secara manual,” tandasnya.

Menurutnya dengan pengelolaan pengaduan masyarakat, berupa laporan, usulan, kritik dan saran akan menjadikan Pemkot Pekalongan dapat dengan mudah menyaring berbagai informasi dari masyarakat. Selain itu juga untuk mengakomodir masukan dari berbagai lapisan masyarakat.

Tujuan akhir, yakni untuk pembangunan yang direncanakan pemerintah bisa sejalan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. “Pengelolaan Pengaduan ini penting, karena sekarang teknologi informasi juga meningkat. Sehingga harus mengikuti kebutuhan masyarkat,” tandasnya.

Sri Budi Santoso mengatakan, pengaduan masyarakat di Pemkot Pekalongan sementara  melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang ditangani oleh Diskominfo. Makanya pihaknya melakukan studi banding di Diskominfo Kendal.

Hal ini dilakukan untuk mencari format atau mekanisme UP4 yang nantinya bisa diterapkan di Pemkot Pekalongan. “Kami ingin melihat mekanismenya seperti apa, sistemnya seperti apa, formatnya seperti apa,” jelasnya.

Kepala Diskominfo Kendal Muryono mengatakan, UP4 yang dilaunching pada 28 Juli 2017 lalu. Sejauh ini telah banyak menerima pengaduan dari masyarakat melalui beberapa fasilitas kanal. Seperti Facebook, Twitter, Website, Telegram, aplikasi Knok Knok dan lainnya.

Dari pengaduan yang masuk langsung diteruskan ke instansi atau OPD terkait untuk mendapatkan tanggapan. “Setiap hari ada tiga operator yang kami tempatkan. Kendalanya kadang pengaduan yang sudah diteruskan ke instansi terkait, tidak segera mendapat balasan,” katanya. (bud/bas)

Silakan beri komentar.